SuaraBandung.id - Terkadang dalam suatu pembagian waris dapat terjadi suatu kondisi di mana seorang anak berikrar untuk tidak mengambil hak warisnya.
Biasanya anak tersebut memang memiliki kekayaan sehingga dia berikrar untuk memberikan hak warisnya kepada saudara ataupun saudarinya.
Lalu muncul pertanyaan tentang bagaimana harta waris yang menjadi hak anak tersebut apakah secara otomatis akan dibagikan kepada anak yang lain ataupun sang anak tadi mempunyai hak untuk memutuskan kepada siapa ia memberikan jatahnya.
Buya Yahya pun menjawab permasalahan tersebut. Ia mengatakan bahwa sang anak yang memiliki kekayaan itu diperbolehkan untuk tidak mengambil waris dan ia bisa memberikan bagiannya kepada siapa saja yang ia tunjuk.
"karena bab hadiah, dia tidak mengambil, dia memberikan haknya, atau dia mengatakan sudahlah bagi rata untuk semuanya, jadi haknya dia," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya juga menyarankan bahwa sebaiknya uang yang menjadi hak dari sang anak itu diambil untuk disumbangkan kepada masjid ataupun untuk pesantren. Selain itu, bisa juga diberikan kepada adiknya yang paling fakir.
"sah-sah saja, bebas, anggap saja duit, dia berikan ke siapa saja kan suka-suka. Hanya kalau diberikan ke saudara hendaknya adil, supaya tidak jadi permusuhan, jangan yang paling kaya malah dikasih, yang fakir enggak," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya menjelaskan perkara anak yang tidak ingin mengambill hak warisnya itu dalam sebuah program dakwah, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 17 Juli 2022.
Baca Juga: Waspada Bencana Alam di Kota Bandung Masuki Musim Transisi Bulan September Ini
Berita Terkait
-
Informasi Negatif dan Fitnah, Buya Yahya: Kita Sudah Terlatih dengan Permusuhan
-
Mimpi Disetubuhi dengan Selain Suami, Begini Penjelasan Buya Yahya
-
Budaya Menunggu Anak dan Kerabat, Orang Tua Meninggal Dunia, Buya Yahya: Memang Bisa Menghidupkan Lagi?
-
Tasawuf Tanpa Fiqih, Buya Yahya: Jangan Sampai Ngarang
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan