SuaraBandung.id - Sering terjadi ketika orang tua meninggal dunia, pihak keluarga mencoba untuk menunggu kehadiran anak ataupun kerabat yang berada jauh di perantauan sehingga jenazah orang tua tidak segera dikuburkan.
Buya Yahya menanggapi hal itu, ia mengatakan bahwa sebaik-baiknya jenazah itu segera dimandikan dan disholati kemudian dikubur.
Buya Yahya pun mengatakan bahwa dalam hal itu tidak perlu menunggu anak ataupun kerabat yang jauh dan butuh perjalanan yang cukup panjang apabila datang ke rumah.
"dan tidak harus menunggu anak, kerabat yang jauh, memang kalau datang, bisa menghidupkan lagi kan enggak juga, itu kan hanya perasaan saja, akan tetapi kita akan lebih perlu menjalankan syariat baginda nabi, bahwasanya kalau ada orang meninggal dunia sebaiknya adalah secepatnya dikubur," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya pun mengatakan bahwa apabila orang yang meninggal dunia adalah orang yang baik maka ia akan mendapatkan kenikmatan di alam barzah, tetapi jika dia bukan orang yang baik maka jangan dibiarkan berlama-lama di muka bumi.
"ibaratnya begitu, cuman kita kan yang kedua ini nggak boleh su'udzon pada orang, artinya pokoknya dipercepat, baik," Buya Yahya mengungkapkan.
Kemudian Buya Yahya juga menyampaikan bahwa anak yang jauh dari rumah sebisa mungkin datang, tetapi kalau tidak bisa datang maka bisa juga dengan mengirimkan uang ataupun doa.
"datangnya takziah, untuk menghibur saudara-saudara yang ada dirumah, kemudian siapa yang menjalankan, ada di kiri (dan kanan) tetangganya fardhu kifayah bagi orang yang ada di situ, selesai," Buya Yahya mengatakan.
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa terkadang yang membuat anak ataupun kerabat memaksakan untuk hadir adalah karena perasaan saja.
Baca Juga: Buya Yahya: Tak Usah Khawatir Soal Rezeki, Bukan Datang dari Atasan atau Manusia
"harus nunggu saya, saya berjalan, jangan dikubur dulu. Memangnya kalau kamu nyampe bisa hidup lagi atau bagaimana," Kata Buya Yahya.
Buya Yahya juga berpesan agar kita tidak merepotkan tetangga karena harus menunggu kehadiran kita. Jenazah harus segera dikubur dan boleh kemudian berbicara tentang hal lain seperti pembagian waris yang baik dan menghibur yang ditinggal.
"Bukan nunggu mayat, yang ada di kiri kanan, dia mungkin orang shaleh kekasih Allah, iya, akan tetapi memang sebaiknya tidak terlalu lama-lama di rumah. Segera dimakamkan, selesai, seperti itu," Ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menyampaikan bahwa yang terpenting adalah ketulusan hati untuk berbakti dan menjalankan ucapan nabi.
"nabi mengatakan sebaik-baik jenazah dipercepat, sudah selesai, sedang apa dari pagi, karena itu meringankan semuanya," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya menjelaskan tentang pengkuburan jenazah itu dalam sebuah program dakwahnya, dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, yang diunggah pada 21 Juni 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati