SuaraBandung.id - Buya Yahya menjelaskan hubungan antara ilmu fiqih dengan ilmu tasawuf.
Ia mengatakan bahwa hubungan antara ilmu fiqih dan ilmu tasawuf itu sangat erat. Bahkan Buya Yahya mengatakan bahwa orang yang bertafakur pun harus menggunakan ilmu tasawuf.
"orang kalau belajar ilmu fiqih gak ada bimbingan akhlaq, itu hanya rambu-rambu yang penting sah, ngaco nggak pake adab, bahaya sekali, tasawuf itu adalah adab, akhlaqnya, kemudian ada orang belajar ilmu tasawuf, tasawuf nggak mempelajari ilmu fiqih ngaco ini, tidak menghargai syariat," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya mengatakan bahwa seorang yang ingin bertasawuf tidak mungkin ia tidak berfiqih, karena tasawuf harus dijalani sesuai dengan rambu-rambu syariat.
"Jangan sampai ngarang, mentang-mentang dia seneng solat langsung buat salat sendiri. Wah saya ini salat dzuhur, antara subuh - dzuhur kok jauh banget, saya buat salatnya, ngaco ini nggak pake fiqih, hanya tasawuf saja dia pengen dekat kepada Allah, nggak sah," Buya Yahya mengungkapkan.
Orang yang berfiqih pun juga harus menggunakan tasawuf, karena melakukan fiqih hanya dengan tujuan agar ibadahnya sah itu tidak mungkin dilakukan.
"mungkin nanti besok ada menemukan salat jumat, imam sama khatib pake kolor, kan yang penting kan sah, kan menurut fiqih kan menutup pusat dengan lutut, kalau memang pakai kolor jadi khatib dan imam masjid ya ditertawai oleh satu kampung, itu fiqih," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya menegaskan bahwa hubungan antara tasawuf dan fiqih tidak bisa dipisahkan.
"Jadi fiqih itu adalah saya mengeluarkan zakat, selesai, tetangga saya jerit-jerit kelaparan bukan urusan saya. Tapi tasawuf berkata jiron, jiron, nggak ada bahasan fiqih nanti ziron akhlaq, mana, penting banget tasawuf," Buya Yahya menegaskan.
Baca Juga: Cara Atasi Depresi, Buya Yahya Sarankan Lakukan 3 Hal ini Diantaranya Berzikir dan Sholawat
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa seseroang tidak cukup hanya dengan hakekat saja tanpa menggunakan syariat dalam beragama. Ia mengatakan bahwa jika itu terjadi maka termasuk dusta.
Nabi itu uswatun hasanah bagi kita, bagaimana Nabi Muhammad SAW, sudah jaminan surga kalau sudah beribadah, kakinya bengkak, lha ini sudah ngaku sok imam tasawuf tapi jarang tahajudnya begini, alasannya salat di mekkah ini urusannya ini, naik pesawat dulu ke mekkah," Buya Yahya mengingatkan.
Kemudian, Buya Yahya juga melarang untuk mempercayai cerita yang bersifat khayalan ataupun aneh terkait dunia tasawuf. Walaupun, Buya Yahya percaya bahwa ada cerita tentang satu orang yang disifati sebagai wali dan diyakini selalu shalat di masjidil haram.
"saya percaya, kenapa, karena di sini dia juga serius salatnya. Dengar suara adzan di sini kelihatan orangnya jamaah, nggak pernah ngomong, karena apa, ini sudah keutamaan. Bener orang ini, yang repot dia nongkrong begini, saya sudah salat di masjidil haram," Buya Yahya melanjutkan.
Buya Yahya juga memberikan contoh bagaimana jika seseorang hanya menggunakan fiqih maka akan terasa gersang.
"cara tentang salat jumat adalah fiqih, ternyata menjaga ibu di rumah adalah tasawuf, maka tidak wajib jumatan demi menjaga ibunya di rumah. Begitu tasawuf," Buya Yahya Mengungkapkan.
Buya Yahya pun mengatakan bahwa kebenaran yang kita kirimkan atau kita lakkukan dibungkus dengan akhlaq agar menjadi indah dan diterima oleh orang.
Buya Yahya menjelaskan tentang hubungan antara tasawuf dengan fiqih itu dalam satu program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 11 Mei 2022.
Berita Terkait
-
Cara Atasi Depresi, Buya Yahya Sarankan Lakukan 3 Hal ini Diantaranya Berzikir dan Sholawat
-
Membagi-bagi Kotak Infaq Masjid, Buya Yahya: Duitnya Sendiri Nggak Boleh
-
Mati Suri dan Bertemu dengan Orang yang Sudah Meninggal, Buya Yahya: Malaikat Tidak Akan Salah Mencabut Nyawa
-
Tidak Menyadari Kesalahan Diri Sendiri? Buya Yahya: Cari Kesalahan Saya
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Imigrasi Sumut Gandeng Pemkab Langkat, Layanan Keimigrasian Segera Lebih Dekat ke Warga
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Struktur Bodi Kia Sonet Dinilai Tak Stabil, Kantongi Satu Bintang Dalam Uji Keselamatan
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!