SuaraBandung.id - Ferdy Sambo melakukan hal yang tak biasa saat mengumpulkan ajudan untuk menentukan siapa yang akan menembak Brigadir J.
Ketika itu ada ajudan yang membangkang lantaran tidak siap menjalankan perintah sang jenderal untuk mengeksekusi Brigadir J.
Saat itu momen menegangkan terjadi dimana ada yang buka-bukaan menolak perintah Ferdy Sambo.
Saat itu juga Ferdy Sambo melakukan hal tak biasa, yakni menangis saat menyakinkan para ajudan jika istrinya dilecehkan Brigadir J.
Lambat laun benang kusut kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mulai terurai.
Dalam mengungkap satu per satu fakta peristiwa atas kematian Brigadir J, tak dipungkiri banyak drama yang tersaji.
Kasus pembunuhan berencana ini melibatkan 5 tersangka, di antaranya adalah Ferdy Sambo, Ricky Rizal (Bripka RR), Richard Eliezer (Bharada E), Putri Candrawathi, dan Kuat Maruf itu.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi atas perintah menyesatkan dari Ferdy Sambo.
Saat itu yang terungkap adalah kemarahan Ferdy Sambo yang tahu jika istrinya, Putri Candrawathi dilecehkan Brigadir J yang tak lain korban pembunuhan.
Baca Juga: Ikut Seleksi Calon ASN? Intip Besaran Gaji PPPK 2022
Ferdy Sambo kemudian memberi perintah menembak pada ajudannya.
Awalnya Ferdy Sambo meminta bantuan Bripka RR untuk membantu menembak Brigadir J.
Namun ketika itu Bripka RR menolak, lalu perintah kedua diarahkan pada Bharada E.
Di sana Bharada E mengeksekusi Brigadir J dengan beberapa tembakkan hingga akhirnya korban tersungkur dan tewas di tempat.
Kuasa hukum Ricky Rizal (Bripka RR), Erman Umar mengatakan, saat itu kliennya menolak perintah untuk menembak Brigadir J.
Saat hari kejadian, Bripka R mengaku tidak sanggup dan tak memiliki mental untuk menembak Brigadir J.
Berita Terkait
-
Muncul Desakan Tes DNA Nyonya Sambo, Isu Perselingkuhan Makin Liar, Hubungan Istri Ferdy Sambo dan Kuat Ma'ruf Terbongkar
-
Langsung Ada yang Ngamuk Saat Hotman Paris Sudah Deal Bela Ferdy Sambo, Mengaku 3 Hari Tak Bisa Tidur
-
Ferdy Sambo sang Pecatan Polri Belum Menyerah, Tantang Hasil Putusan Para Jenderal di Arena PTUN
-
Istri Ferdy Sambo Masih Bebas, Kapolri Minta Tak Bandingkan dengan Kasus Lain
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK