/
Sabtu, 24 September 2022 | 10:18 WIB
Kolase foto Prof. Muradi dan Ferdy Sambo, serta ilustrasi sosok kakak asuh. Ferdy Sambo diduga memang diasuh agar bisa menguasai Polri dengan tujuan tertentu yang hanya diketahui oleh si pengasuhnya. (suara.com/dok polri)

Siapa sosok kakak asuh tersebut, dikatakan Prof. Muradi saat ini sudah pensiun dari Polri. 

Dan Prof. Muradi mengatakan secara jelas, sosok kakak asuh inilah yang memberikan jabatan Kadiv Propam Polri pada Ferdy Sambo.

Jika melihat jenjang karir, Prof. Muradi mengatakan jabatan Kadiv Propam Polri ini seharusnya diemban seorang polisi yang memiliki pengalaman luas dan teruji.

Prof. Muradi mengatakan, Ferdy Sambo tidak pernah mendapat kepercayaan menjadi Kapolda. 

Kemudian, Ferdy Sambo juga hanya menjabat sebagai kapolres sembilan bulan lamanya.

“Selebihnya (Ferdy Sambo) di elite. Beberapa menyebutnya (Sambo) polisi Jakarta karena muter-muter (menjabat) di Jakarta,” kata Muradi kepada wartawan, Rabu 21 September 2022. 

Status kakak asuh ini dikatakan Prof. Muradi, terjadi sudah lama dengan Ferdy Sambo.

Bahkan kata Prof. Muradi, kakak asuh ini sudah terbentuk sejak mereka berada di Akademi Kepolisian (Akpol).

Hubungan mereka sama seperti pada umumnya, yakni sebagai hubungan senior dan junior. 

Baca Juga: Aturan Ini Tak Boleh Dilanggar oleh Kaum Wanita, Ternyata Ini Kata Buya Yahya

Load More