SuaraBandung.id - Buya Yahya pernah menyampaikan dalam satu ceramahnya bahwa saat ini kita berada di zaman yang rusak. Bahkan ia menginginkan agar melakukan uzlah dan tidak perlu berurusan dengan manusia.
Kemudian ia pun menyampaikan sebuah pesan dalam Minhajul Abidin yang menjelaskan bagaimana sikap kita jika harus berkumpul dengan manusia.
"kalau engkau harus kumpul dengan manusia, kau harus punya peka, harus betul-betul kau tata kupingmu, jangan sombong dengan kupingmu," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya pun mengatakan bahwa hati kita akan rusak apabila mendengarkan orang yang memang tidak bernilai di kalangan masyarakakat.
"biarpun itu orang biasa, orang jelek, ngga ada nilainya di masyarakatmu, kalau dia ngomong jelek akan kau denger dengan kupingmu, akan rusak hatimu, padahal orang ngga punya pengaruh," Buya Yahya mengungkapkan.
Bahkan, Buya Yahya mengatakan apabila kita mendengarkan hal-hal yang tidak baik dari orang yang berpengaruh sekalipun, maka itu juga dapat merusak hati kita.
"apalagi jika kau duduk dengan orang berpengaruh, maka ketahuilah cepet rusak hatimu," tambah Buya Yahya.
Lalu Buya Yahya menegaskan agar jangan terbawa oleh kejelekan orang yang berpengaruh itu.
"seorang yang punya pengaruh, apakah karena ilmunya, atau jabatannya, atau kekayaannya, kalau dia ngomongin orang, ngajari kejelekan orang, akan cepat masuk kedalam hatimu," pungkas Buya Yahya.
Baca Juga: Mau Lamar Pendamping Lokal Desa 2022? Intip Besaran Gaji di Provinsi Jawa Barat
Buya Yahya menjelaskan tentang kepekaan dalam bergaul itu dalam satu ceramahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada 26 Februari 2020.
Berita Terkait
-
Rindu yang Satu Ini Justru Sangat Diharapkan, Buya Yahya: Kekayaan yang Berlimpah
-
Apakah Niat Dapat Diperbarui? Buya Yahya: Semula Sih Normal-normal Saja
-
Kesombongan Seperti Ini yang Sering Tidak Disadari, Buya Yahya: Kalau Anda Punya Hati
-
Doa dalam Keadaan Ini Tidak Dianjurkan, Buya Yahya: Allah Sayang Kepada Hamba
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Libur Sekolah Lebaran 2026 Berapa Hari? Ini Rincian Lengkapnya
-
Dihujat Gara-Gara Berkeliaran Saat Terkena Campak, Ruce Nuenda Minta Maaf
-
5 Klub Termahal di BRI Super League 2025/26, Persib Bandung Paling Mewah
-
Perang Saudara di All England 2026, Fajar/Fikri Bertekad Hapus Rekor Buruk Lawan Raymond/Joaquin
-
Hyundai Tunjuk Pimpinan Baru Atur Strategi Kawasan Asia Tenggara
-
LINK Download dan Cara Install Exambrowser TKA 2026 untuk Laptop Windows
-
Strategi Jitu Bawa Fajar/Fikri ke Babak Kedua All England 2026
-
Banjir Lahar Hujan di Hulu Sungai Senowo Magelang 3 Orang Meninggal dan 2 Hilang
-
Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik
-
Riwayatnya Lenyap Dalam Dekapan Rajah, dan dalam Hunusan Peluru