/
Kamis, 29 September 2022 | 06:17 WIB
Para jenderal TNI AD yang menjadi korban kekejaman PKI. Dalam berbagai literasi, film tentang G30S PKI ini menyampaikan kisah tentang pemberontakan Gerakan 30 September 1965 oleh PKI (bkpp.demakkab.go.id)

Kemudian ada Umar Kayam, Keke Tumbuan, Syubah Asa, Ade Irawan, Bram Adrianto, Rudy Sukma, dan lain sebagainya.

Saat ini jadi kontroversi

Penayangan film G30S/PKI saat ini malah menjadi kontroversi. Ada pihak yang menolak, tetapi ada pula pihak yang menganggap perlu.

Kebanyakan pihak yang menolak adalah mengatasnamakan aktivis HAM dan juga anak cucu para anggota PKI yang saat ini 'terbebas dari hukuman'.

Namun, kelompok lain menilai film tersebut sangat penting untuk mengingat peristiwa penting di Indonesia.

Kisah awal, kudeta

Tangkap layar film G30S PKI yang selalu diputra setipak 30 September. (sumber: tvri)

Kisah awal yang disajikan film tentang G30S PKI adalah adanya perencanaan kudeta dan dilanjut dengan aksi penculikan para jenderal. 

Aksi tersebut terjadi pada 30 September 1965 yang dilakukan oleh Kolonel Untung, Komandan Batalyon Cakrabirawa.

Para tentara tersebut mengepung rumah-rumah para jenderal dengan menodongkan senjata laras panjang. 

Baca Juga: Gerudug Graha Persib, Begini Tuntutan Ribuan Bobotoh

Pahlawan Revolusi

Nama-nama Pahlawan Revolusi yang menjadi korban aksi kudeta tersebut di antaranya adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto. 

Kemudian ada nama Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Mayjen Sutoyo, dan Lettu Pierre A Tendean.

Satu di antaranya jenderal yang diculik adalah Brigadir Jenderal Donald Isaac (DI) Panjaitan. 

Sekelompok tentara saat itu mengepung rumah DI Panjaitan yang berada di Jalan Hasanuddin 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Saat itu, DI Panjaitan sedang berada di lantai dua dan berkaca di lemari besar. 

Ia merapikan seragamnya agar tidak terlihat kusut.

Sementara itu, para tentara yang mengepung sudah masuk ke lantai satu. 

Tembakan juga dilepaskan dan beberapa perabotan rumah pun pecah. 

Istri dan anak DI Panjaitan yang mendengarnya pun merasa takut.

Asisten rumah tangga DI Panjaitan yang ada di lantai satu melaporkan kedua keponakan DI Panjaitan terkena tembakan. 

Sang jenderal pun tetap tenang dan mulai turun ke lantai satu.

Para tentara berupaya membawa DI Panjaitan dengan mengatakan bahwa ia dipanggil Presiden Soekarno karena adanya kondisi darurat. 

Saat ia sempat berdoa, para tentara pun marah dan memukulkan senjata kepadanya. 

Namun, DI Panjaitan berhasil menepisnya dan membuat tentara lain marah.

Putri sulung saksi hidup

Terjadilah baku tembak dan DI Panjaitan pun tewas. 

Jenazahnya dimasukkan ke truk dan dibawa pergi. 

Putri sulungnya melihat darah DI Panjaitan berceceran dan mengusapkannya ke wajah.

Itulah penjelasan dan sinopsis singkat film tentang G30S PKI untuk mengenang tragedi terkelam bangsa Indonesia tahun 1965.


Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Load More