Kemudian ada Umar Kayam, Keke Tumbuan, Syubah Asa, Ade Irawan, Bram Adrianto, Rudy Sukma, dan lain sebagainya.
Saat ini jadi kontroversi
Penayangan film G30S/PKI saat ini malah menjadi kontroversi. Ada pihak yang menolak, tetapi ada pula pihak yang menganggap perlu.
Kebanyakan pihak yang menolak adalah mengatasnamakan aktivis HAM dan juga anak cucu para anggota PKI yang saat ini 'terbebas dari hukuman'.
Namun, kelompok lain menilai film tersebut sangat penting untuk mengingat peristiwa penting di Indonesia.
Kisah awal, kudeta
Kisah awal yang disajikan film tentang G30S PKI adalah adanya perencanaan kudeta dan dilanjut dengan aksi penculikan para jenderal.
Aksi tersebut terjadi pada 30 September 1965 yang dilakukan oleh Kolonel Untung, Komandan Batalyon Cakrabirawa.
Para tentara tersebut mengepung rumah-rumah para jenderal dengan menodongkan senjata laras panjang.
Baca Juga: Gerudug Graha Persib, Begini Tuntutan Ribuan Bobotoh
Pahlawan Revolusi
Nama-nama Pahlawan Revolusi yang menjadi korban aksi kudeta tersebut di antaranya adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto.
Kemudian ada nama Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Mayjen Sutoyo, dan Lettu Pierre A Tendean.
Satu di antaranya jenderal yang diculik adalah Brigadir Jenderal Donald Isaac (DI) Panjaitan.
Sekelompok tentara saat itu mengepung rumah DI Panjaitan yang berada di Jalan Hasanuddin 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Saat itu, DI Panjaitan sedang berada di lantai dua dan berkaca di lemari besar.
Ia merapikan seragamnya agar tidak terlihat kusut.
Sementara itu, para tentara yang mengepung sudah masuk ke lantai satu.
Tembakan juga dilepaskan dan beberapa perabotan rumah pun pecah.
Istri dan anak DI Panjaitan yang mendengarnya pun merasa takut.
Asisten rumah tangga DI Panjaitan yang ada di lantai satu melaporkan kedua keponakan DI Panjaitan terkena tembakan.
Sang jenderal pun tetap tenang dan mulai turun ke lantai satu.
Para tentara berupaya membawa DI Panjaitan dengan mengatakan bahwa ia dipanggil Presiden Soekarno karena adanya kondisi darurat.
Saat ia sempat berdoa, para tentara pun marah dan memukulkan senjata kepadanya.
Namun, DI Panjaitan berhasil menepisnya dan membuat tentara lain marah.
Putri sulung saksi hidup
Terjadilah baku tembak dan DI Panjaitan pun tewas.
Jenazahnya dimasukkan ke truk dan dibawa pergi.
Putri sulungnya melihat darah DI Panjaitan berceceran dan mengusapkannya ke wajah.
Itulah penjelasan dan sinopsis singkat film tentang G30S PKI untuk mengenang tragedi terkelam bangsa Indonesia tahun 1965.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Sinopsis Film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI, Mengingat Tragedi Kelam 1965
-
Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022 untuk Diunggah ke Sosial Media
-
Di Sinilah Lokasi Tokoh PKI Munawar Muso Konon Tertembak Tentara
-
Menilik Kompleks Kamp Plantungan Tahanan Perempuan yang Dianggap Gerwani Era PKI
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Heboh Isu SDN di Ende Digusur Jadi Kopdes, Jenderal Maruli: Gak Normal kalau Membubarkan Sekolah
-
Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite
-
Konsisten Lakukan Pengawasan Pekerjaan Stadion, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Kontraktor
-
Menyusun Kembali Hidup yang Hilang dalam Novel Silence
-
Gara-gara Jagung Bakar, Klinik Bidan di Bandar Lampung Nyaris Ludes Dilalap Api
-
Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?
-
4 Parfum Evangeline Best Seller di Shopee, Wanginya Bikin Susah Pindah ke Parfum Lain
-
Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI
-
Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI
-
Jangan Langsung Panik! Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran Saat Harga Pertamax Meroket