- KSAD Jenderal Maruli meragukan isu rencana penggusuran SDN di Kabupaten Ende, NTT demi pembangunan koperasi desa.
- Maruli menyatakan penghapusan sekolah resmi tidak masuk akal dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pihak terkait.
- Pihak TNI belum menerima laporan resmi dan akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak, menanggapi kabar viral terkait rencana penggusuran sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekolah tersebut diisukan akan dibongkar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Maruli meragukan kebenaran informasi tersebut dan menilai kabar yang beredar perlu diklarifikasi lebih lanjut. Menurutnya, menghapus fasilitas pendidikan yang sudah resmi terdaftar adalah tindakan yang tidak masuk akal.
"Enggak, itu banyak berita yang harus kita klarifikasi ya. Kayaknya nggak mungkin se-ekstrem itu ya. Masa ada sekolah ditiadakan seperti itu. Jadi memang hal-hal seperti ini harus detail satu-satu kita klarifikasi," ujar Maruli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Maruli menjelaskan, bahwa secara logika, tidak mungkin sebuah sekolah yang sudah terdaftar di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dibubarkan begitu saja demi pembangunan koperasi.
Ia menekankan bahwa tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum yang serius.
"Tapi kayak menurut saya nggak normal kalau ada orang membubarkan sekolah, sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar di P dan K. Realistisnya kan nggak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar terus ditiadakan. Wah, ini bisa kena tuntutan hukum dia," tegasnya.
Meski isu ini telah ramai diperbincangkan di media sosial, Maruli mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai persoalan tersebut.
Ia menilai keramaian yang terjadi saat ini masih sebatas diskursus di media social.
Baca Juga: Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?
"Nggak ada (laporan), cuma sibuk di media aja kadang-kadang yang begini-begitu," kata dia.
Kendati begitu, ia berjanji akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.
"Belum (tahu detailnya). Nanti saya coba cek," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Disorot Karena Urusi Begal, KSAD TNI: Begal Takut Lihat Tentara!
-
Kata Toko Ritel Mewah Milik Djarum Soal Kehadiran Kopdes Merah Putih
-
Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah
-
Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?
-
Kopdes Merah Putih Rasa Minimarket: Ketika Produk Petani Lokal Absen dari Rak Koperasi
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik
-
Percepat Normalisasi Sungai, Satgas PRR Buka Peluang Kerja Sama dengan Pihak Ketiga
-
Namanya Muncul dalam Kasus Korupsi BGN, Wakil Ketua KPK: Saya Tak Bisnis Dapur
-
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
-
Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
-
Hakim Militer Perintahkan Video dan Tumbler Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
-
Butuh Rp667 T Tapi Hanya Dipatok Rp139 T, Menhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 T ke DPR untuk 2027
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi
-
Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu
-
Ketum TP PKK Ajak Para Pengurus & Kader PKK Pahami Pentingnya Literasi Keuangan di Tingkat Keluarga