News / Nasional
Rabu, 10 Juni 2026 | 15:55 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • KSAD Jenderal Maruli meragukan isu rencana penggusuran SDN di Kabupaten Ende, NTT demi pembangunan koperasi desa.
  • Maruli menyatakan penghapusan sekolah resmi tidak masuk akal dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pihak terkait.
  • Pihak TNI belum menerima laporan resmi dan akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak, menanggapi kabar viral terkait rencana penggusuran sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekolah tersebut diisukan akan dibongkar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Maruli meragukan kebenaran informasi tersebut dan menilai kabar yang beredar perlu diklarifikasi lebih lanjut. Menurutnya, menghapus fasilitas pendidikan yang sudah resmi terdaftar adalah tindakan yang tidak masuk akal.

"Enggak, itu banyak berita yang harus kita klarifikasi ya. Kayaknya nggak mungkin se-ekstrem itu ya. Masa ada sekolah ditiadakan seperti itu. Jadi memang hal-hal seperti ini harus detail satu-satu kita klarifikasi," ujar Maruli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Maruli menjelaskan, bahwa secara logika, tidak mungkin sebuah sekolah yang sudah terdaftar di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dibubarkan begitu saja demi pembangunan koperasi.

Ia menekankan bahwa tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum yang serius.

Presiden Prabowo saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, 16 Mei 2026. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

"Tapi kayak menurut saya nggak normal kalau ada orang membubarkan sekolah, sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar di P dan K. Realistisnya kan nggak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar terus ditiadakan. Wah, ini bisa kena tuntutan hukum dia," tegasnya.

Meski isu ini telah ramai diperbincangkan di media sosial, Maruli mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai persoalan tersebut.

Ia menilai keramaian yang terjadi saat ini masih sebatas diskursus di media social.

Baca Juga: Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?

"Nggak ada (laporan), cuma sibuk di media aja kadang-kadang yang begini-begitu," kata dia.

Kendati begitu, ia berjanji akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.

"Belum (tahu detailnya). Nanti saya coba cek," pungkasnya.

Load More