SuaraBandung.id – Siswa MTS yang disiksa dan dikeroyok secara sadis oleh beberpa anak SMPN Sumedang berkahir tragis.
Tubuhnya babak belum lantaran dihujani pukulan dan tendangan hingga kepalanya dilindas motor.
Namun, keadilan tidak bisa didapatkan sang anak lantara para pelaku tidak ditahan.
Akhir tragis bagi siswa MTS ini lantaran apa yang dialaminya hanya berakhir damai.
Pihak polisi, sekolah, dan orangtua memilih mendamaikan kasus penyiksaan siswa MTS oleh geng SMPN Sumedang di Sukasari, Kabupaten Sumedang.
Mereka memukuli, menendang, bahkan melindaskan ban motor ke kepala korban yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Tindakan beringas dan brutal para pelajar SMP pada korbannya ini akhirnya berakhir damai.
Kasus kekerasan sadis pada siswa MTS tersebut ternyata diselesaikan secara damai.
Meski banyak yang mendesak untuk diselesaikan secara hukum, akan tetapi polisi lebih memilih mengedepankan restorative justice.
Polres Sumedang melakukan pendampingan terhadap siswa MTS berinisial AG yang menjadi korban penyiksaan sejumlah siswa SMP negeri di Sumedang.
Aksi para pelajar yang pendidikannya dibiayai negara ini secara sadir menyiksa korban hingga memvideokannya, lalu viral di media sosial.
"Kedua pihak didampingi keluarga berada di Polsek Sukasari Polres Sumedang untuk dimintai keterangan dan diupayakan perdamaian, Jumat, 30 September 2022," kata pihak Polres Sumedang menambahkan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan mengatakan penyiksaan siswa MTS oleh pelajar SMP negeri Sumedang selesai secara damai.
Kedua belah pihak yang terlibat perkelahian sudah diselesaikan secara musyawarah.
Keputusan itu diambil setelah terjadi mediasi yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru, orangtua, dan aparat setempat.
Eka Ganjar Kurniawan memastikan kasus kekerasan tersebut telah selesai secara damai, dan hasil mediasi tersebut tertuang dalam berita acara.
Pihak kepolisian menjelaskan jika kasus tersebut berawal dari perempuan yang melibatkan korban serta para pelaku.
"Peristiwa perundungan tersebut dipicu kesalahpahaman korban dengan kekasih satu pelaku yang terjadi pada Sabtu 24 September 2022," tuturnya dalam keterangan tertulis.
Kemudian pelaku dan teman-temannya mengeroyok korban secara sadis dan beringas.
Tindakan para pelaku seperti preman jalanan yang tidak pernah makan bangku sekolah mengakibatkan korban mengalami luka-luka.
Korban Ketika itu diajak ke satu lokasi di Kiarapayung, Sukasari lalu dikeroyok.
"Keempat pelaku menganiaya dan merundung korban di suatu tempat yang berada di Kiarapayung, Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang," ujarnya.
Kemudian kedua belah pihak didampingi keluarga dimintai keterangan dan diupayakan perdamaian, Jumat, 30 September 2022.
Tanpa ampun disiksa
Bukan itu saja, saat korban meminta ampun, para pelaku terus memukuli dan melindas kepalanya dengan motor RX King.
Melihat video viral itu benar-benar miris. Dunia pendidikan di Indonesia tak ada habisnya diwarnai aksi barbar seperti itu.
Terekam seorang anak sudah dalam keadaan payah melindungi kepala dengan kedua tangannya.
Sambil tergeletak di tanah, korban sempat mengatakan ampun, akan tetapi tidak dihiraukan para pelaku.
Baik korban maupun para pelaku pengeroyokan menggunakan bahasa Sunda dengan gaya bahasa kasar.
Diduga, video viral tersebut adalah korban perundungan yang terjadi di Sumedang, Jawa Barat.
Terlihat ada belasan siswa SMP, yang hampir kebanyakan melakukan aksi pemukulan pada korban yang hanya seorang diri.
Dilihat dari seragam sekolah, semua yang ada dalam video tersebut adalah siswa SMP.
Tampak lokasi pengeroyokan di sebuah jalan yang dikelilingi pohon bambu.
Siswa malang tersebut hanya bisa bertahan dari pukulan dan tendangan para pelaku.
Entah apa yang membuat para pelaku marah hingga tega mengeroyok, melindas kepala
korban, bahkan menyumpahi akan dibunuh.
Siswa yang menjadi korban dihimpit tak berkutik di tanah lantaran tak terus dipukuli hingga ditendang-tendang.
Tubuhnya tak ada yang luput dari serangan anak-anak yang terlihat marah besar kepada korban.
Lebih parah lagi, sambi menggeber-geber motor yang diduga RX King, seorang pelaku melindas kepala korban.
Semua yang ada di lokasi tampak marah dan tertawa melihat korban dihajar tak berkutik.
Baik korban maupun pengeroyok semua mengucapkan kata-kata kasar dengan bahasa Sunda.
Kemudian video yang sama, korban terlihat bangkit dan mengatakan jika berani jangan main keroyokan.
Kemudian ada seorang pelaku yang menghampiri korban dan langsung kembali memukuli korban.
Video viral tersebut satu di antaranya diunggah di akun @banjarnahor di Instagram pada Kamis, 29 September 2022.
“Stop perundungan, bagaimana belajar di sekolah bisa kondusif kalau sikap-sikap seperti ini masih terus terjadi,” katanya.
Informasi yang beredar di percakapan antar netizen pada kolom komentar, mereka menduga kuat korban adalah anak MTS, sementara para pelaku anak SMPN di Sumedang,
“Dari info didapat korban merupakan siswa di MTS dan pelakunya dari sekolah SMP negeri di Sumedang,” katanya.
Berita Terkait
-
Tubuh Siswa MTS Ini Disiksa hingga Kepala Digilas Motor, Pelakunya Geng Anak SMPN di Sumedang Tidak Ditangkap, Malah Disuruh Damai
-
Viral Video Bullying Siswa Hampir Dilindas Motor, Warganet : Kemendikbud Malah Asik Dengan Teknologi
-
Sadis! Siswa SMP Jadi Korban Bullying, Dikeroyok Massal hingga Hampir Dilindas Motor
-
Viral Siswa SMP Dikeroyok hingga Kepala Dilindas Motor RX King, TKP Diduga di Sumedang: Jor Rek Bebeja ka Bapa Sia, Modar Siah
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas