SuaraBandung.id - Bangun di pagi hari dapat menjadi sebuah tantangan bagi sebagian orang. Namun, banyak keberkahan yang bisa diperoleh apabila kita beraktivitas di pagi hari.
Buya Yahya pernah mengungkapkan dalam satu ceramahnya bahwa kita hendaknya bergegas di pagi hari untuk melakukan dzikir, karena waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube jalan hidup yang diunggah pada 7 Oktober 2022, berikut ulasannya.
Buya Yahya mengatakan bahwa kita hendaknya berdzikir menyebut nama Allah dalam segala urusan kenikmatan yang dimulai ketika datang waktu subuh.
"Bangun di pagi hari, waktu pagi, kamu bergegas di pagi itu adalah untuk penuh berkah. Kalau pagi jangan tidur, berdzikir nyebut nama Allah dalam segala urusan kenikmatan," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa banyak curahan nikmat Allah yang diberikan di waktu subuh. Maka hendaknya kita tidak terlelap dalam tidur ketika datang waktu subuh.
"Jadi curahan nikmat Allah itu diberikan di waktu subuh. Banyak sekali diberikan waktu subuh, maka sebisa mungkin subuh itu jangan kita lelap dalam tidur," ucap Buya Yahya.
Buya Yahya lalu mengatakan bahwa apabila kita berdzikir ketika subuh, maka kita akan mendapatkan rezeki yang bersifat duniawi dan bersifat keimanan.
"Sambut pagi dengan beridzikir menyebut nama Allah. Maka di saat kita menyambut itu kita akan dapatkan rizki yang hissiy dan juga sifatnya ma'nawi keimanan," ungkap Buya Yahya.
Setelah itu, Buya Yahya juga mengatakan bahwa orang yang terbiasa tidur di pagi hari akan merasakan satu godaan berupa rasa ngantuk.
"Cuman yang biasa tidur pagi godaannya adalah ngantuk, kamu harus punya qaidah anak-anakku semuanya. Kalau malam kamu udah tidur 2 jam, 3 jam, itu nagntuknya itu adalah ngantuk godaan. Kecuali kita malam memang belum tidur, maka ngantuk esoknya," pungkas Buya Yahya.
Berita Terkait
-
Jangan Sampai Bikin Masalah dengan Orang Tua, Buya Yahya: Permasalahan Hidup Ini
-
Ungkap Cara Hidup yang Benar dalam Rumah Tangga, Buya Yahya: Terbebas dari Tuntutan
-
Belajar untuk Diri Sendiri, Buya Yahya: Kisah Qabil Habil
-
Hidup Tenang dalam Kesederhanaan, Buya Yahya Ungkap Doa yang Dipanjatkan oleh Orang-orang Saleh
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Belum Move On dari The Art of Sarah? Ini 7 Serial Barat Penuh Tipu Daya yang Wajib Ditonton!
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
Kemenpora Buka Layanan Pengaduan Korban Pelecehan, Hubungi Email atau Nomor Telepon Ini
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
Kemenpora Dukung Investigasi Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Gloria/Terry Maksimalkan Chemistry Meski Minim Latihan di German Open 2026