SuaraBandung.id - Sebagian manusia berpikir bahwa kebahagiaan seseorang bergantung pada banyaknya harta benda yang dimiliki.
Namun, ternyata kebahagiaan seseorang justru tidak dapat diukur dari harta ataupun tahta.
Buya Yahya pun mengatakan bahwa kepuasan seseorang bukan terletak pada apa yang orang itu miliki, melainkan terletak pada hati orang tersebut.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 6 Desember 2021, berikut ulasannya.
Buya Yahya mengungkapkan bahwa meskipun seseorang hidup sederhana di pedesaan, namun orang tersebut dapat menjalani hidupnya dengan bahagia dan penuh canda tawa.
Terkadang kita menemui pasangan suami istri yang sangat sederhana di sebuah pedesaan dan pasangan itu tidak memiliki angan-angan yang berlebihan.
Mereka tidak pernah berkhayal untuk mempunyai hotel berbintang ataupun mobil mewah dan semacamnya.
Pasangan suami istri itu pergi dari rumahnya menuju ke sawah dengan penuh canda ria melewati pematang.
"Meniti pematang sawah dengan canda ria (antara) suami istri, suami berangkat duluan. Tidak lama kemudian sang istri menyusul dengan (membawa) singkong rebus dan seterusnya. Canda ria, nggak ada permusuhan," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya lalu mengatakan bahwa orang yang sederhana tadi bahkan dapat menjalankan ibadah dengan taat.
Baca Juga: Persib Bandung Lakukan Latihan Terakhir, 3 Hal Ini jadi Fokus Luis Milla
"Puasanya juga nggak pernah putus, tahajud nggak pernah putus dia. Nggak punya apa-apa, nggak punya tabungan di rekening, tapi hatinya tenang, ucap Buya Yahya.
Buya yahya kemudian mengatakan bahwa ada pula orang yang memilik harta berlimpah dan tinggal di gedung yang sangat megah, namun orang itu justru mengalami stres dalam dirinya.
"Dan ini ada, ada orang di gedung megah, hartanya berlimpah. Gak taunya dia stres, ujung-ujung nya buduh diri juga ada. Maka kepuasan di dalam hatimu, bukan di tangan yang kita miliki.
Buya Yahya pun mengungkapkan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang saleh agar Allah tidak menjadikan dunia di hati kita.
"Maka sebagai doa yang dipanjatkan oleh orang-orang saleh. Ya Allah jadikanlah dunia di tanganku jangan jadikan dunia di hatiku," pungkas Buya Yahya.
Berita Terkait
-
Larangan untuk Bergembira dengan Maulid Nabi, Buya Yahya: Hati-hati Ada Ahli Fitnah
-
Rumus dalam Menjalani Rumah Tangga, Buya Yahya: Bukan Kita Saling Memeras
-
Berbuat Baik kepada Allah, Termasuk Golongan Ahli Neraka, Buya Yahya: Tahajud Tidak Pernah Putus
-
Buya Yahya Ungkap Pesan Penting bagi Orang yang Ingin Menjadi Mualaf
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Jadwal Imsak Palembang Sabtu 7 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Waktu Sahur
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung Hari Ini, Sabtu 7 Maret 2026: Catat Waktu Sahur dan Buka Puasa
-
Jadwal Imsak Jakarta Sabtu 7 Maret 2026, Cek Waktu Sahur dan Buka Puasa Hari Ini
-
Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam Saat Libur Lebaran, Kendaraan Roda Empat Melintas H-10 hingga H+10
-
Di Balik "Pesona" Beijing Ada Strategi Klasik "Soft Power" hingga Gelombang Video Hoaks
-
Cek Fakta: Viral Daftar Bumbu Penyedap Disebut Mengandung Babi, Benarkah Produk Tidak Halal?
-
Purbaya Buka Opsi Potong Anggaran MBG demi Cegah Kenaikan Harga BBM
-
Jika Ini Terjadi, Purbaya Akui Harga BBM Subsidi Bisa Naik
-
5 Aturan Baru Mudik Lebaran 2026 yang Harus Diketahui Pengendara
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia