SuaraBandung.id – Partai NasDem dinilai melakukan manuver tajam dalam hal pengumuman Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.
NasDem bahkan disebut melakukan curi start dengan mendahului partai lain dalam pendeklarasian capres usungan partai.
Apa yang menjadi manuver politik Partai Nasional Demokrat alias NasDem ini kemudian menjadi santapan para politisi dan para pengamat.
Dari sana muncul penilaian jika NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan lebih cepat sebagai cara untuk memagari sang Gubernur DKI Jakarta tersebut agar tidak diseret geng Firli di KPK.
Seperti diketahui jika deklarasi Anies Baswedan dilakukan jauh lebih awal ini malah mendapat beragam reaksi publik.
Tak sedikit yang menilai jika langkah NasDem ini untuk melindungi Anies Baswedan yang saat ini tengah dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam kaitan tersebut, KPK terus menempel Anies baswedan akibat adanya dugaan kasus korupsi Formula E.
Tentang isu penyelematan Anies Baswedan, Ketua DPP Partai NasDem, Sugeng Suparwoto, membatahnya.
Saat tapil sebagai satu di antara narasumber di program Satu Meja The Forum yang diunggah kanal YouTube KOMPASTV, Sugeng mengatakan terlalu jauh dan beda ranah mengenai Anies, KPK, pencapresan NasDem.
"Tapi betul nggak sih yang muncul di berbagai media sosial. Ini (pencapresan Anies) sebagai proteksi politik untuk mas Anies yang sedang diselidiki oleh KPK?" tanya Budiman Tanuredjo kepada Sugeng, dikutip Suara.com, Senin (10/10/2022).
Di sana tanpa basa basi, Sugeng kemudian langsung menjawab pertanyaan tersebut. "Wah... itu terlalu jauh," kata Sugeng.
Dikatakan Sugeng jika pemasalah tersebut merupakan dua hal yang berbeda.
"Ini dua hal yang berbeda," sambung Sugeng.
Sugeng mengatakan menghormati setip adanya upaya hukum yang sedang berproses.
"Kita menghormati, itu adalah proses yang lain. Ini adalah proses politik internal partai, yang tadi dikatakan ini sudah 3 bulan."
Kemudian Sugeng menjelaskan deklarasi dadakan NasDem adalah sebagai kejutan untuk dinamika politik Indonesia.
"Karena ini ada moment of surprise, mungkin akan ada surprise-surprise lagi," ucapnya.
Untuk memberi kejutan baru, Sugeng mengatakan jika 10 November 2022 nanti aka nada kejutan baru.
Berita Terkait
-
Ni Luh Djelantik Seret Agama Hindu Sambil Pamer Foto Bareng Ganjar Pranowo, Begini Sindiran Mengerikan Diduga ke Anies Baswedan
-
Angkat Kaki Usai Surya Paloh Umumkan Anies Baswedan di 2024, Ni Luh Djelantik Singgung Keselamatan Umat Hindu Bali Terancam
-
Tak Mungkin Dukung Anies Baswedan, Ade Armando Malah Menanti Keajaiban Datangnya Malaikat
-
Jika Anies Baswedan Dijegal, Ini 'Orang-Orang Jokowi' yang Bertarung di Pilpres 2024
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan