/
Senin, 10 Oktober 2022 | 17:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Skema kerja Anies Baswedan untuk mengatasi banjir bukan tidak dilakukan setiap kali musim penghujan. (Suara.com/Fakhri).

Dan faktanya terjadi, Jakarta hujan deras dengan intensitas tinggi dan turun dalam waktu yang lama, Anies Baswedan memastikan banjir akan terjadi.

"Pekan kemarin-kemarin dengan durasi waktu dua jam, dua jam setengah jadi bisa dibayangkan betapa banyaknya air yang jatuh pada saat yang bersamaan," tuturnya.

Anies Baswedan menjelaskan, kapasitas drainase di Jakarta hanya bisa menampung hujan dengan intensitas paling banyak 100 milimeter per hari. 

Dengan kondisi itu, jika terjadi hujan lebih dari itu maka air akan meluap dan menggenangi rumah warga dan ruas jalan.

Anies Baswedan mengatakan, kapasitas sistem drainase kita itu menampung 50 milimeter per hari.

"Kondisi itu pasti menimbulkan genangan karena sistem drainase kita itu menampung 50 milimeter per hari untuk di kawasan perumahan dan perkampungan,” katanya. 

“Dan kalau di kawasan dalam protokol itu sampai 100 milimeter per hari," katanya.

Untuk mengantisipasi banjir lebih besar, begitu hujan deras turun, Anies meminta jajarannya siaga dengan pompa penyedot air beserta petugasnya di daerah rawan banjir.

"Tanggung jawab kita adalah merespons dengan cepat, mengeringkan dengan cepat sehingga fasilitas-fasilitas bisa digunakan kembali jadi itu antisipasi kita," katanya.

Baca Juga: Farel Prayoga Tak Jawab Pertanyaan Soal Agama yang Dipeluknya, Gus Miftah Langsung Klarifikasi

Sumber: SuaraJakarta.id

Load More