/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 17:30 WIB
Tangkapan layar pendakwah ustaz Adi Hidayat. (Dokumen Suara.com)

SuaraBandung.id - Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah Metamesta atau biasa disebut dengan metaverse.

Metaverse adalah satu bagian dalam realitas virtual di internet yang menampilkan satu lingkungan fiktif yang hanya ada dalam imajinasi.

Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa kita harus menyadari kehidupan yang nyata dan berhati-hati dengan imajinasi, karena imajinasi yang negatif dapat menyesatkan kita.

Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube SA Dakwah yang diunggah pada 4 Agustus 2022, berikut ulasannya.

Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa kita sebagai manusia akan berpulang pada dunia yang nyata, alam yang nyata. Alam yang nyata itu bukanlah seperti Metaverse.

"Kita ini makhluk yang akan berpulang pada dunia nyata. Alamnya nyata, bukan alam metaverse. Meninggal, maut, alam kubur, akhirat, itu nyata, bukan metaverse, dan kita nggak bisa menghindari dari situ," kata Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat lalu menyampaikan bahwa kita hendaknya menyadari bahwa kita memiliki kegiatan yang nyata dan tanggung jawab yang nyata, seperti dalam hal ibadah.

"Karena itu, ketika kita menyadari kita punya kegiatan real, tanggung jawab yang real. Ya kan, aktivitas pekerjaan yang real, ibadah, memakmurkan bumi sebagai khalifah di bumi dan sebagainya, maka akan lebih elok kalau konsen ke situ saja," kata Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat kemudian menjelaskan bahwa kita tetap menghormati kemajuan teknologi. Namun, kita tidak boleh berpaling dari tugas utama kita di dunia.

Baca Juga: Dugaan Tertangkap Akibat Penyalahgunaan Narkoba, Tagar Kapolda Jatim Menggema di Twitter: Ya Tuhan, Ditangkap Karena Jual Sabu

"Orang-orang menciptakan ruang-ruang tertentu, ya bisa dikatakan kemajuan teknologi dan sebagainya, kita hormati kemajuan itu. Tapi kalau saat yang bersamaan memalingkan dari misi utama kita, maka kita terabaikan di situ," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat juga mengatakan bahwa di saat kita berpaling dari tugas kita, maka ada satu makhluk yang tertawa, yaitu makhluk yang sombong dan menganggap rendah nabi Adam.

"Saat terabaikan itulah, ada yang tertawa. Siapa, makhluk yang memang lebih awal sudah merendahkan kakek moyang kita Adam Alaihissalam dan ingin membuktikan kepada Allah dengan kesombongannya," kata Ustaz Adi Hidayat.

"Mampu menyesatkan anak cucu Adam, yang di antara instrumen penyesatan itu lewat imajinasi yang negatif," tambah Ustaz Adi Hidayat.

Load More