SuaraBandung.id - Sebagian persoalan di dunia dapat kita selesaikan dengan meminta bantuan ataupun pertolongan orang lain.
Namun, terkadang orang lain menolak untuk menolong kita dalam menghadapi persoalan tertentu dengan berbagai alasan.
Dapat di bayangkan bagaimana bila kita menghadapi persoalan-persoalan di akhirat kelak, kita tentunya sulit untuk memperoleh bantuan ataupun pertolongan orang lain.
Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa kita akan sulit memperoleh pertolongan orang lain ketika berada di akhirat karena masing-masing orang menghadapi persoalan yang pelik.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Nurhaliza181 yang diunggah pada 12 Agustus 2022, berikut ulasannya.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa sahabat yang kita miliki saat ini tidak akan peduli dengan urusan kita ketika berada di akhirat nanti karena sibuk dengan urusan masing-masing.
"Antum sekarang punya sahabat banyak. Ngobrol, nraktir, di akhirat itu udah nggak peduli, karena mereka sibuk dengan urusan mereka. Nggak ingat lagi, nama nggak ingat segala nggak ingat," kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat lalu menjelaskan bahwa yang dipikirkan oleh orang-orang di akhirat nanti adalah bagaimana menghadapi hisab yang telah Allah tetapkan.
Namun, Ada satu orang di akhirat nanti yang terlihat sangat tenang meskipun orang-orang lainnya merasa sulit dan berdesak-desakan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bangun, Salat Tahajud di Sepertiga Malam, untuk Apa? Ustaz Adi Hidayat: Cek Risetnya!
"Tiba-tiba ada orang, rajin baca Al-Baqarah, rajin baca Al Imran, dia tenang aja. Tiba-tiba Al Baqarah, Al Imran, datang keduanya melindungi dia dari sejak dihisab. Orang lain capek, sulit, berdesakan," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Setelah itu, Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa kita suatu saat akan wafat. Maka kita harus selalu rajin membaca Al Quran agar mendapatkan syafaat.
"Itu Al Quran. Maka kalau sedang malas, bagaimana kalau anda wafat, kalau anda wafat tanpa dapat syafaat?," pungkas Ustaz Adi Hidayat.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Bangun, Salat Tahajud di Sepertiga Malam, untuk Apa? Ustaz Adi Hidayat: Cek Risetnya!
-
Satu Tanda Ini Hanya Allah Berikan kepada Orang yang Dikehendakinya, Seperti Apa? Ustaz Adi Hidayat: Orang yang Terbaik
-
Seorang Pendosa, Ingin Orang Itu Berubah atau Ingin Mencelanya? Ustaz Adi Hidayat: Mungkin Ini yang Baik
-
Tidak Lalai dalam Suasana Senang dan Tidak Merasakan Beban Hidup, Ustaz Adi Hidayat: Kalau Anda Dekat dengan Allah
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah
-
Terkuak! Cacahan Uang BI Awalnya Mau Dibuang ke Bantar Gebang
-
BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026
-
Lineup Pembalap Indonesia yang Siap Guncang Eropa dan Asia Bersama Honda di Musim 2026
-
Gempa Pacitan Disebut Berada di Zona Megathrust, Pakar Tegaskan Tak Berdampak ke Sesar Opak di DIY
-
KPK Ungkap Tersangka dari Bea Cukai Sewa Safe House untuk Simpan Duit dan Barang
-
Bela Masjid Jadi Tersangka, LBH Medan Desak Kapolrestabes Medan Hentikan Dugaan Kriminalisasi
-
Dialog Oman Dimulai, Harga Minyak Dunia Merosot pada Akhir Pekan
-
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang
-
Meski Tengah Gonjang-Ganjing, OJK Pede Bisa Koleksi Rp 250 T dari Pasar Modal