/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 17:57 WIB
Foto Humas Kota Bandung

SuaraBandung.id - Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meresmikan langsung peluncuran dan penyuntikan pertama IndoVac, vaksin Covid-19 buatan dalam negeri di PT Bio Farma Kota Bandung pada Kamis, 13 Oktober 2022. 

Vaksin kali ini diberikan kepada masyarakat yang belum pernah memperoleh vaksin Covid-19. IndoVac telah teruji secara aman dan tersertifikasi halal. Selama 1,5 tahun Bio Farma melakukan penelitian dan uji coba vaksin IndoVac ini.

Lebih jauh ia berharap,  mampu mencapai target kapasitas dosis vaksin sebanyak 40 juta di tahun depan. 

"Bahkan, bisa sampai 120 jt dosis vaksin jika masih dibutuhkan. Kita akan dorong terus  sehingga nanti akan betul-betul menghasilkan sebuah revenue yang semakin besar bagi negara. Sehingga kita memiliki kemandirian berdikari betul dalam urusan vaksin," harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, setelah mendapatkan uji klinis emergency dari BPOM, IndoVac akan digunakan untuk program booster pemerintah.

Disampaikannya, IndoVac setara dengan vaksin Covid-19 lain yang tingkat efisiennya di atas 80 persen berdasarkan data uji klinis yang dilakukan ke 4.050 relawan.

"Mulai dari uji klinis 1, KIPI-nya sangat ringan. Hal yang lebih bagus lagi, ini halal. Dari awal kami sudah mendesain jika vaksin ini kualitasnya bagus dan halal," aku Basyir.

Menanggapi target jutaan dosis vaksin InoVac dari presiden, ia mengatakan, vaksin ini akan difokuskan ke dalam negeri terlebih dahulu. 

"Kami sempat berdiskusi juga dengan WHO. Ada potensi Indonesia akan memberikan donasi kepada negara yang tingkat vaksinasinya masih rendah, seperti Nigeria, Zimbabwe, dan Kenya," katanya.

Baca Juga: Sering Terbangun di Tengah Malam? Begini Cara Mengatasinya Agar Bisa Kembali Tidur Nyenyak

Ia menuturkan, target sampai akhir tahun sebanyak 6,9 juta dosis pertama akan didistribusikan ke seluruh Indonesia. "Targetnya kalau sampai emergency use kita sudah keluar akan digunakan paling utama untuk booster. Karena kalau primer sudah lebih dari 80 persen," tuturnya. 

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mendiskusikan bersama Kemenkes mengenai penggunaan IndoVac untuk anak usia 3-11 tahun.  "Jika dibutuhkan akan kita lakukan uju klinisnya juga," tandasnya.

Load More