SuaraBandung.id - Terkonfirmasinya ratusan anak mengidap penyakit gagal ginjal akut di Jawa Barat dan satu diantaranya Kota Bandung, Plt Dinkes Kota Bandung Anhar Hadian ungkap beberapa gejalanya.
Dijelaskan Anhar Hadian, gejala yang dialami oleh anak-anak yang terkonfirmasi gagal ginjal akut misterius diantaranya demam, bengkak kaki, penurunan kesadaran.
"Hingga pengurangan frekuensi buang air kecil," paparnya saat ditemui di Kiara Arta Park Kota Bandung, Senin 17 Oktober 2022.
Sedangkan, untuk penyebab, pihaknya belum bisa memastikan secara detail. Apalagi, saat ini sedang dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui secara pasti penyebab penyakit gagal ginjal akut misterius yang rata-rata menjangkit anak.
"Kami belum memastikan penyebabnya, harus ahli yang menyatakan. Sementara ini berdasarkan data dari RSHS di Kota Bandung ada 3 yang masih diduga terpapar gagal ginjal akut misterius," tandasnya.
Meski, pihaknya belum dapat memastikan penyakit yang diderita tiga orang anak tersebut. Namun mereka diduga mengalami gagal ginjal akut misterius karena menunjukkan gejala yang mirip.
Seperti diketahui, kasus gangguan ginjal akut yang penyebabnya belum diketahui pasti ini, terdata menyerang 131 anak sejak Januari 2022. Data ini dikumpulkan dari cabang IDAI di 14 Provinsi di Indonesia.
Artinya kini, sudah ada 14 provinsi yang memiliki kasus gangguan ginjal akut atau acute kidney injury (AKI).
Provinsi tersebut, yakni Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Banten, Bali, Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Kemudian, Sulawesi Selatan (Sulsel), Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), Jambi, Kepulauan Riau (Kepri), Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
[
Berita Terkait
-
Atta Halilintar Larang Baby Ameena Pacaran sampai 2046 Pakai Tanda Tangan Kontrak, Netizen: Banyak yang Patah Hati!
-
Sebut Perceraian Aib, Pedangdut Bebizie Bertahan 5 Tahun Jadi Korban KDRT Mantan Suami: Mikir Anak-anak!
-
Bebizie Ungkap Alasan Bertahan Meski Sudah 5 Tahun Alami KDRT: Demi Anak dan Nama Baik Keluarga
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Lebih dari Sekadar Teror, Tumbal Proyek Hadirkan Plot Twist, Thriller, dan Gore Mencekam
-
Galaxy S25 Ultra Bisa Ditukar Gratis ke S26 Series, Ini Cara dan Syaratnya
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia
-
Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu
-
8 Rekomendasi Serial Netflix April 2026, Ada Spin-off Stranger Things