/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:43 WIB
ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait (Tangkapan Layar YouTube Arist Merdeka Sirait)

Suarabandung.id – Buntut pencabutan laporan atas kasus KDRT yang menimpa Lesti Kejora, kini mendapat kekecewaan dari berbagai pihak.

Banyak pihak yang meluapkan kekecewaannya atas pencabutan laporan KDRT tersebut, satu diantaranya yakni Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait yang mengaku kecewa dan marah atas pencabutan laporan tersebut.

Arist Merdeka Sirait kecewa karena anak yang dijadikan sebagai alasan atas pencabutan laporan tersebut.

Bahkan, Ketua Komnas Perlindungan Anak tersebut menilai bahwa Lesti Kejora telah mengeksploitasi anaknya.

Hal tersebut diungkapkannya melalui kanal YouTube pribadinya Arist Merdeka Sirait pada Senin, 17 Oktober 2022.

“Saya kaget yang mengecewakan, karena apa? dia mengeksploitasi anaknya," ungkap Arist Merdeka Sirait.

Lalu, ia meminta Lesti jangan menjadikan anaknya sebagai tameng dalam mengambil keputusan mencabut laporan.

"Jangan pakai anak itu sebagai tameng karena anaknya itu tidak punya tali temali (hubungan) terhadap kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh bapaknya," tambah Arist Merdeka Sirait.

Arist Merdeka Sirait menilai bahwa Lesti Kejora mencabut laporan tersebut karena terlalu bucin dan takut kehilangan suaminya.

Baca Juga: Soal Pisau Dibongkar Kuasa Hukum Sendiri, Kuat Maruf Sudah Ingin Menghabisi Brigadir J Sejak di Magelang?

Selain kecewa terhadap laporan KDRT tersebut dicabut, Arist Merdeka Sirait juga kecewa dengan Lesti Kejora dan Rizky Billar yang mempertontonkan kebohongan publik tentang keluarga harmonis.

Arist Merdeka Sirait pun memberikan pesan terhadap pasangan-pasangan muda, jangan sampai meniru pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar.

Bahkan ia pun menyarankan untuk memboikot pasangan tersebut dari tayangan-tayangan yang dipertontonkan kepada publik.

Seperti diketahui, bahwa Lesti Kejora mencabut laporan KDRT yang dilakukan Rizky Billar sesaat setelah suaminya ditetapkan sebagai tersangka.

Load More