/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 20:35 WIB
Terdakwa Putri Candrawathi jalani sidang lanjutan kasus pembunuhan brigadir J (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa)

SuaraBandung.id - Satu demi satu apa yang terjadi di Saguling dan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022), mulai terungkap.

Termasuk ada kesaksian bagaimana istri Ferdy Sambo mendadak agresif mengajak ajudannya hingga kejadian tak terduga terjadi.

Saat itu rombongan baru tiba di Saguling, akan tetapi ada hal yang tidak biasa diperlihatkan Putri Candrawathi.

Rupanya, Putri begitu memaksa mengajak ajudannya untuk melakukan isolasi mandiri.

Hal itulah yang dinilai sangat tidak biasa dimana istri jenderal sampai beberapa kali mengajak isolasi.

Hal itu diungkap penasihat hukum terdakwa Ricky Rizal, Erman Umar.

Beberapa jam sebelum terjadinya pembunuhan Brigadir J, dikatakan jika Ricky Rizal alias Bripka RR dibuat terkejut.

Bahkan wajah Bripka RR sampai pucat dan panik saat memanggil Bharada Richard Eliezer alias Bharada E di rumah pribadi Ferdy Sambo, Saguling, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7/2022).

Pernyataan Bripka RR ini tertuang dalam eksepsi atau nota keberatan yang dibacakan penasihat hukum terdakwa Ricky.

Baca Juga: Viral di Medsos, Pembunuh yang Tersenyum Membawa Mayat di Bekasi Akui Membunuh dengan Cara yang Dipelajari di Internet

Saat itu di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Kamis (20/10), sang kuasa hukum mengungkap kejadian sebelum Brigadir J dihabisi.

Ketika itu dikatakannya, Bripka Ricky mendapat perintah dari Ferdy Sambo.

Namun, perintah tersebut kemudian ditolak Bripka RR.

Bripka RR mengatakan, dirinya tidak sanggup untuk menembak Brigadir J.

"Ketika terdakwa Ricky Rizal memanggil Richard Eliezer (Bharada E) naik ke lantai tiga atas permintaan Ferdy Sambo," katanya 

"Tampak wajah terdakwa Ricky Rizal pucat dan panik," kata Erman di ruang sidang.

Load More