/
Selasa, 25 Oktober 2022 | 17:37 WIB
Buya Yahya (YouTube Al-Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Menyampaikan kebenaran kepada orang banyak adalah satu perbuatan yang mulia di hadapan Allah.

Namun, dalam menyampaikan kebenaran itu tentu kita akan menghadapi banyak tantangan. Satu di antara tantangan itu adalah munculnya seseorang yang mengolok-olok.

Ternyata, sikap kita dalam menanggapi orang yang mengolok-olok itu dapat menggambarkan niat kita dalam menyampaikan kebenaran, sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya.

Buya Yahya mengungkapkan bahwa tanda ketulusan kita dalam menyampaikan kebenaran adalah tidak goyah saat kita diolok-olok oleh orang lain.

Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Lembur Pajajaran yang diunggah pada 7 Juli 2022, berikut ulasannya.

Buya Yahya menyampaikan bahwa kita tidak perlu gelisah saat ada orang yang menyebut diri kita sok alim.

"Anda ndak usah gelisah di saat dikatakan anda sok, sok alim, dibilang begitu aja kenapa anda susah," kata Buya Yahya.

Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa apabila kita merasa gelisah ataupun sulit menerima ucapan orang lain yang mengolok-olok, maka itu berarti kita kurang tulus dalam menyampaikan kebenaran.

"Yang susah itu berarti anda kurang tulus dalam menyebarkan. Tanda ketulusan anda dalam menyampaikan kebenaran, anda tidak pernah goyah di saat anda diolok seperti itu karena anda inginnya ridha Allah," jelas Buya Yahya.

Baca Juga: Pasca Operasi, Lucinta Luna Banyak Tawaran dari Para Lelaki: Satu Hotel Berdua Nggak Apa-Apa ya

Buya Yahya kemudian mengungkapkan bahwa kita bisa saja tidak menyadari niat kita dalam menyampaikan kebenaran dan kita menyampaikan kebenaran itu karena ingin disanjung oleh manusia.

"Berarti kalau anda seperti itu (gelisah), diam-diam tanpa anda sadari, anda pengen disanjung manusia, bukan disanjung Allah. Buktinya dibilang sok, sok itu kan kebalikan alim kan, (disebut) begitu kok marah," ungkap Buya Yahya.

"Berarti anda pengen dibilang alim, hebat, saleh, begitu?" tambah Buya Yahya.

Buya Yahya lalu menyampaikan bahwa hendaknya kita terus menyebarkan kebenaran dengan tulus ikhlas dan niat karena Allah.

"Jadi, anda harus tulus ikhlas, share terus posting ceramah-ceramah guruku yang baik, benar, terpilih, dan anda karena Allah," ungkap Buya Yahya.

Buya Yahya juga menegaskan bahwa orang yang menyebarkan kebenaran akan mendapatkan pahala dari Allah, sekalipun orang lain tidak mau mendengarkan ucapan orang itu.

"Didengar atau tidak didengar, anda akan mendapatkan pahala dari Allah, gak usah gelisah hati anda kalau memang anda ikhlas," pungkas Buya Yahya.

Load More