SuaraBandung.id - Menyampaikan kebenaran kepada orang banyak adalah satu perbuatan yang mulia di hadapan Allah.
Namun, dalam menyampaikan kebenaran itu tentu kita akan menghadapi banyak tantangan. Satu di antara tantangan itu adalah munculnya seseorang yang mengolok-olok.
Ternyata, sikap kita dalam menanggapi orang yang mengolok-olok itu dapat menggambarkan niat kita dalam menyampaikan kebenaran, sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya.
Buya Yahya mengungkapkan bahwa tanda ketulusan kita dalam menyampaikan kebenaran adalah tidak goyah saat kita diolok-olok oleh orang lain.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Lembur Pajajaran yang diunggah pada 7 Juli 2022, berikut ulasannya.
Buya Yahya menyampaikan bahwa kita tidak perlu gelisah saat ada orang yang menyebut diri kita sok alim.
"Anda ndak usah gelisah di saat dikatakan anda sok, sok alim, dibilang begitu aja kenapa anda susah," kata Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa apabila kita merasa gelisah ataupun sulit menerima ucapan orang lain yang mengolok-olok, maka itu berarti kita kurang tulus dalam menyampaikan kebenaran.
"Yang susah itu berarti anda kurang tulus dalam menyebarkan. Tanda ketulusan anda dalam menyampaikan kebenaran, anda tidak pernah goyah di saat anda diolok seperti itu karena anda inginnya ridha Allah," jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Pasca Operasi, Lucinta Luna Banyak Tawaran dari Para Lelaki: Satu Hotel Berdua Nggak Apa-Apa ya
Buya Yahya kemudian mengungkapkan bahwa kita bisa saja tidak menyadari niat kita dalam menyampaikan kebenaran dan kita menyampaikan kebenaran itu karena ingin disanjung oleh manusia.
"Berarti kalau anda seperti itu (gelisah), diam-diam tanpa anda sadari, anda pengen disanjung manusia, bukan disanjung Allah. Buktinya dibilang sok, sok itu kan kebalikan alim kan, (disebut) begitu kok marah," ungkap Buya Yahya.
"Berarti anda pengen dibilang alim, hebat, saleh, begitu?" tambah Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menyampaikan bahwa hendaknya kita terus menyebarkan kebenaran dengan tulus ikhlas dan niat karena Allah.
"Jadi, anda harus tulus ikhlas, share terus posting ceramah-ceramah guruku yang baik, benar, terpilih, dan anda karena Allah," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya juga menegaskan bahwa orang yang menyebarkan kebenaran akan mendapatkan pahala dari Allah, sekalipun orang lain tidak mau mendengarkan ucapan orang itu.
Tag
Berita Terkait
-
Resep Ini Praktis untuk Menahan Emosi dan Marah, Buya Yahya: Istimewa Akhlak Anda
-
Pasangan Memiliki Kekurangan, Bagaimana Menyikapi Hal Itu? Buya Yahya: Pastikan Dirimu Bahagia
-
Jangan Banyak Salat? Ibadah Ini Justru yang Paling Istimewa bagi Seorang Istri di Rumah, Buya Yahya: Salatnya Nanti
-
Mengingat Kematian Saja Tidak Cukup, Lalu Harus Bagaimana? Buya Yahya: Ada Kehidupan yang Lebih Panjang
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar