/
Rabu, 02 November 2022 | 20:21 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam ungkap Tragedi Kanjuruhan (Suara.com/Yaumal)

SuaraBandung.id - Akhirnya hasil penyelidikan terkait tragedi Kanjuruhan menyatakan bahwa tragedi Kanjuruhan pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, merupakan peristiwa pelanggaran HAM.

Hal itu diungkapkan Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu 2 November 2022. 

Pernyataan tersebut ia buka seraya menampilkan potongan bukti video saat menyampaikan temuan faktual dari tragedi Kanjuruhan 

"Kesimpulannya adalah peristiwa Kanjuruhan merupakan pelanggaran HAM yang terjadi akibat tata kelola yang diselenggarakan dengan cara tidak menjalankan, menghormati dan memastikan prinsip dan norma keselamatan dan keamanan," beber Komisioner Komnas HAM Choirul Anam.

Disampaikan, penggunaan kekuatan yang berlebihan termasuk penggunaan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan, termasuk kedalam salah satu pelanggaran HAM. 

Terlebih, diketahui, lanjutnya, ada sistem keamanan yang menyalahi aturan PSSI dan FIFA dengan pelibatan kepolisian dan TNI. 

"Sistem keamanan itu antara lain masuknya gas air mata serta penembakan, penggunaan simbol-simbol yang dilarang dan fasilitas kendaraan, termasuk barakuda," tutur Anam. 

Atas dasar itulah, akhirnya Komnas HAM merekomendasikan kepada presiden agar mengevaluasi secara menyeluruh sebagai upaya perlindungan HAM. 

Disamping itu juga perbaikan ekosistem olahraga di Indonesia serta meminta kepada presiden bekerja sama dengan FIFA memastikan sertifikasi dan lisensi seluruh perangkat pertandingan sepak bola.

Baca Juga: Beda Dari yang Lain, Ini 10 Film India tanpa Adegan Tari dan Nyanyi

Load More