SuaraBandung.id - Membayar utang adalah satu kewajiban yang harus dipenuhi karena adanya kesepakatan antara dua belah pihak, yaitu pihak yang meminjamkan uang dan pihak yang dipinjamkan uang.
Lalu, bagaimana jika pihak yang diberikan pinjaman uang tidak dapat membayar utang ketika sampai pada waktu yang telah disepakati?
Jawaban atas pertanyaan itu terungkap dalam satu ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya. Ia pun mengungkapkan bahwa hendaknya orang yang berutang tidak menyakiti orang yang sudah berbuat baik, yaitu orang yang memberikan pinjaman uang.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 5 November 2022, berikut ulasannya.
"Ingat hati-hati, urusan utang. Orang sudah baik kepada anda jangan sakiti dia, bayar utang tepat pada waktunya, jika anda mampu," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa apabila seseorang belum mampu membayar utang, maka hendaknya orang yang memberikan pinjaman dapat memberi tempo untuk pembayaran utang.
"Dan jika tidak mampu, lagi-lagi Islam itu indah. Kalau orang tidak mampu membayar utang, memang karena tidak punya untuk membayar, nggak boleh kita paksa. Maka wajib bagi yang meminjamkan itu untuk memberi tempo, indahnya," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa memberi tempo kepada orang yang tidak mampu membayar utang adalah perintah dari Allah.
"Wajib lho ya memberi temponya nggak boleh 'harus bayar sekarang', nggak ada. Kalau memang dia nggak mampu, kasih tempo, yang menyuruh, Allah. Hendaknya dia (pemberi pinjaman) itu harus memberi tempo sampai dia (yang berutang) mampu," kata Buya Yahya.
Setelah itu, Buya Yahya mengungkapkan bahwa apabila orang yang memberikan pinjaman tadi ragu kepada orang yang berutang, maka ada cara selain memberikan tempo pembayaran.
"Kalau utang piutang caranya begini, indah. Kemudian di saat tadi yang punya uang itu ragu karena orang yang pinjam ini nggak bisa dipercaya, maka ada gadai, cuman ada aturannya," pungkas Buya Yahya.
Berita Terkait
-
Amalan untuk Kekayaan, Ilmu Pesugihan Putih dari Buya Yahya
-
Tidak Menjaga Akal karena Menenggak Miras, Buya Yahya: Nggak Cerdas Dia
-
Muliakan Calon Istri, Bagaimana Kalau Wali Pihak Perempuan Mempersulit Pernikahan? Buya Yahya: Seserahan Banyak Boleh
-
Kaum Muslimin Ikut-ikutan Perayaan Halloween dan Perayaan Halloween di Arab Saudi, Bagaimana Tanggapan Buya Yahya?
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Buyback Rp500 Miliar Digelar Hingga September 2026, BRI Pastikan Modal Tetap Solid
-
Alasan Polisi Larang Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Takut Jakarta Lumpuh
-
6 Poin Kritis dr. Tirta di Tengah Carut-Marut Kebijakan: Dari Pertamax hingga Makan Bergizi Gratis
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Urus Ekspor RI Tahun Depan, Bagaimana Nasib Bea Cukai?
-
BRI Jaga Kepercayaan Investor Lewat Program Buyback Saham dan Fundamental yang Kuat
-
Kisah Ade dan Obed, PKL yang Ketiban Rezeki Nomplok di Tengah Riuhnya Demo Mahasiswa di Bundaran HI
-
Meski Pasar Berfluktuasi, BRI Tetap Percaya Diri dengan Buyback Saham Rp500 Miliar
-
Demo Mahasiswa: 5 Rute Transjakarta Berhenti dan MRT Tutup Sejumlah Akses Stasiun
-
Dituduh Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis Ponpes, Kapolres Metro Bekasi Buka Suara
-
Ketika Masyarakat Apatis, Siapa yang Mengawasi Kebijakan Negara?