/
Rabu, 16 November 2022 | 20:39 WIB
Dedi Mulyadi berikan klarifikasi kepada media, terkait tuduhan Anne Ratna Mustika yang menjadi alasan gugutan cerai yang dilayangkan Anne Mustika. Kamis 16 November 2022 (tim Dedi Mulyadi)

SuaraBandung.id - Anne Ratna Mustika pernah menyinggung perkara suaminya yang tidak mengikuti syariat islam, terlebih saat memperbincangkan masalah nafkah. 

Menanggapi hal tersebut, pasca menghadiri sidang mediasi gugatan cerai yang dilayangkan Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi pun angkat bicara. 

Terkait tuduhan Neng Anne soal syariat Islam, kang Dedi yang juga aktif di berbagai organisasi Islam seperti HMI balik mempertanyakan soal syariat Islam.

Menurutnya, Neng Anne pergi umroh bersama keluarga termasuk anak keduanya dan guru ngajinya. 

Apakah meminta izin? Namun, faktanya tak meminta izin terlebih dahulu pada Kang Dedi yang masih berstatus suami.

“Dan guru ngajinya seharusnya bertanya pada saya sebagai suami, ini istrinya mau pergi dengan saya bagaimana boleh atau tidak. Tugas guru ngaji itu mendamaikan bukan memberikan hukuman pada seseorang,” ucap Kang Dedi, Rabu 16 November 2022. 

“Jadi misal ada murid di pengajiannya bermasalah, tugas guru ngaji mendamaikan, telepon saya ‘ini istrinya ngadu ini’, begitu. Bukan sekadar ngasih air doa agar anaknya lupa sama bapaknya, itu tidak boleh,” tegas Kang Dedi Mulyadi.

Selain itu, Ia juga mengatakan, sebagai pemimpin, sudah sepatutnya tidak lagi memikirkan diri sendiri. 

Namun yang lebih penting seorang pemimpin harus memikirkan kepentingan rakyat yang mana saat ini masih banyak mengalami kesusahan mulai dari PHK hingga urusan usia muda menjadi PSK untuk menyambung hidup.

Baca Juga: Bikin Haru! Kisah Siswa Kelas 6 SD Gowes Banjarmasin-Solo Demi Hadiri Muktamar ke-48 Muhammadiyah

“Itu yang harus kita pikirkan. Karena pemimpin itu sudah tidak boleh lagi memikirkan dirinya. Pemimpin itu ditugaskan memikirkan rakyat,” katanya ketika banyak rumor beredar dimana dirinya lebih mementingkan orang lain, ketimbang keluarga.

Load More