- Kementerian PU membantu penanganan jalan provinsi Blangkejeren–Kutacane di Aceh sebagai upaya pemulihan konektivitas pascabencana.
- Fokus penanganan berada di Ramung Musara, Gayo Lues, dengan mobilisasi empat alat berat dari dua arah berbeda.
- Kementerian PU juga mempercepat pemulihan jalan nasional; beberapa ruas strategis seperti Blangkejeren–Batas Gayo Lues telah fungsional.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan kesiapan membantu penanganan jalan provinsi Blangkejeren–Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Dukungan tersebut diberikan secara bertahap sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur konektivitas pascabencana.
Keterlibatan pemerintah pusat dalam penanganan jalan daerah ini disebut sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah, terutama dalam kondisi darurat. Di sisi lain, Kementerian PU tetap menegaskan komitmennya menjaga konektivitas jalan nasional agar tetap berfungsi.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya akses jalan dalam situasi bencana. Menurut dia, jalan dan jembatan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama aktivitas masyarakat sekaligus jalur distribusi logistik.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Untuk mendukung penanganan ruas Blangkejeren–Kutacane menuju Pining, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mulai memobilisasi alat berat secara bertahap. Mobilisasi ini disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta progres pekerjaan.
Penanganan difokuskan pada ruas Blangkejeren–Kutacane, tepatnya di Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Titik awal penanganan berada di Ae Bobo, Blangkejeren dan Tetumpun yang selama ini terdampak cukup parah.
Sebanyak empat unit alat berat disiagakan untuk mendukung pekerjaan tersebut. Alat berat dimobilisasi dari dua arah, yakni dua unit dari arah Pining dan dua unit lainnya dari arah Lokop.
Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro mengatakan dukungan Kementerian PU terhadap jalan provinsi dilakukan secara bertahap dan terukur. Penanganan diselaraskan dengan progres perbaikan jalan nasional yang juga sedang ditangani.
“Kementerian PU memberikan bantuan penanganan jalan provinsi secara bertahap dengan melihat kebutuhan di lapangan serta progres pekerjaan penanganan jalan nasional yang sedang kita tangani. Saat ini alat berat siap dimobilisasi untuk penanganan lanjutan menuju Pining,” ujar Heri.
Baca Juga: Pemerintah Mau Tambah 111 Unit Rumah Huntara di Tamiang Hulu
Sejalan dengan penanganan jalan provinsi, Kementerian PU juga terus mempercepat pemulihan jaringan jalan nasional di wilayah Gayo Lues dan sekitarnya. Hingga kini, progres pemulihan konektivitas jalan nasional dilaporkan cukup signifikan.
Sejumlah ruas strategis telah kembali fungsional, di antaranya ruas Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat sejak 21 Desember 2025.
Selain itu, ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara juga kembali dapat dilalui sejak 9 Januari 2026 pascalongsor. Sementara ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane telah terhubung melalui penanganan longsor dan pemasangan Jembatan Bailey di Jembatan Lawe Mengkudu I, sembari pembangunan jembatan permanen terus berjalan.
Tak hanya di Gayo Lues, sejumlah ruas nasional lain di Aceh seperti koneksi Bireuen, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Tenggara hingga Takengon juga telah difungsionalkan melalui penanganan darurat dan pembangunan jembatan permanen.
Berita Terkait
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
Tangkap Maling Mesin Kopi, Pemuda Aceh Justru Malah Dijadikan Tersangka Penganiayaan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu