SuaraBandung.id – Ramai video Anne Ratna Mustika yang menuduh Bupati sebelumnya banyak pencitraan.
Diketahui, Dedi Mulyadi merupakan Bupati Purwakarta yang menjabat sebelum Anne Ratna Mustika.
Anne Ratna Mustika saat mengungjungi sebuah desa, dalam pidatonya mengungkapkan bahwa Bupati sebelumnya memiliki utang.
“Bupati jaman dulu, sebelum saya, sampai sekarang masih memiliki hutang DBH selama dua tahun,” ungkap Anne Ratna Mustika, dikutip dari YouTube Septio Ali Reza, Rabu (30/11/2022).
Bahkan, Anne Ratna Mustika mengungkapkan bahwa hutang tersebut telah ia bayarkan senilai 28 Miliar.
“Ingin dibayar sama Bupati sekarang, kamu gapunya malu? Harusnya tiga tahun, tapi yang satu tahun udah dibayar oleh saya, dulu saat masih akur, senilai 28 Miliar,” lanjutnya.
Bupati yang kerap disapa Ambu Anne ini pun menyebutkan bahwa ia sudah tidak ingin membayarkan sisa hutang Bupati sebelumnya.
“Makanya sisa dua tahun itu tidak akan dibayar, saat ini sedang minta bantuan Dewan, siapa yang ngehutang siapa yang harus bayar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anne Ratna Mustika bahkan mengungkapkan menjadi bupati itu jangan banyak pencitraan.
Baca Juga: Jokowi Nyengir Saat Disinggung Permintaan PDIP Tinggalkan Relawan
“Makanya jadi Bupati itu yang bener, jangan pencitraan terus, nangis terus padahal gatau bener engganya), ” sambungnya.
Terkait tuduhan Anne Ratna Mustika tersebut, Dedi Mulyadi pun menyebutkan bahwa hal tersebut tidak penting.
Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu bahkan memilih untuk focus pada pekerjaan dan melakukan sesuatu yang bermanfaat.
“Hidup ini tidak usah mendengar sesuatu yang dianggap tidak penting, focus saja bekerja, melakukan sesuatu yang bermanfaat,” ungkap Dedi Mulyadi, dikutip dari YouTube Lembur Pakuan Channel, Rabu (30/11/2022).
Dedi Mulyadi pun menanggapai hal-hal yang ramai dibicarakan saat ini dengan santai dan lebih mementingkan keperluan rakyat.
“Berbagai hal yang hari ini ramai dibicarakan, santei saja, yang kita lakukan semuanya dulu pekerjaan yang bertujuan untuk kepentingan rakyat,” lanjutnya.
Berita Terkait
-
Suka Menolong, Kang Dedi Mulyadi Tiba-Tiba Bayar Ganti Rugi karena Tabrak Motor
-
Lain Dulu Lain Sekarang, Viral Video Anne Ratna Mustika Cerita Awal Pernikahan Bersama Dedi Mulyadi, Puja Puji ke Suami yang All Out Bekerja
-
Mengakui Dirinya Digugat Cerai, Kang Dedi Mulyadi Sebut Perceraian Merupakan Hal yang Memalukan
-
Kunjungi Langsung Korban Gempa Cianjur, Gaya Lesti Kejora Yang Hedon Saat Berikan Bantuan Rp500 Juta Jadi Sorotan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Kronologi Lengkap Helikopter PK-CFX: Dari Menukung hingga Jatuh di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Film Crocodile Tears Angkat Keluarga Toxic: Penuh Cinta Tapi Menyekap
-
Jadwal Astra Honda Dream Cup 2026: Hadir di 3 Kota Besar, Vario 160 Masuk Lintasan
-
Menara Galata Tampilkan Sejarah dan Daya Tarik Wisata Istanbul
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028