/
Kamis, 01 Desember 2022 | 13:11 WIB
Kolase foto Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuduh Bupati sebelumnya punya utang dan banyak pencitraan. Dedi Mulyadi itu tidak penting. (Instagram @anneratna82 @dedimulyadi71)

SuaraBandung.id - Poses gugat cerai Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pada Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi di Pengadilan Agama Purwakarta masih berlangsung.

Dalam rentetan proses yang sudah dilalui, Anne Ratna Mustika mengeluhkan soal nafkah lahir batin yang tidak pernah ditunaikan Dedi Mulyadi.

Tentang keluhan Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi mengatakan jika keluarganya tidak kekurangan satu apapun.

Sebagai bupati dan anggota DPR, keluarganya sangat cukup dalam kehidupan selama ini.

Bukan itu saja, Dedi Mulyadi juga pernah mengaku dirinya 'puasa' main di ranjang bersama sang istri hampir 3,5 tahun lamanya.

Dari banyak ungkapan keluar dari mulut Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika, kali ini justru keduanya saling sindir secara terbuka.

Misalnya, Anne Ratna Mustika mengatakan jika Bupati Purwakarta sebelumnya, yakni Dedi Mulyadi menyisakan utang yang besar.

Bukan itu saja, Anne Ratna juga menyindir bupati sebelumnya yang hanya bisa pencitraan sambil menangis.

Sindiran pun dilontarkan Dedi Mulyadi, dengan mengatakan dirinya sangat menyayangi wanita.

Baca Juga: Nia Ramadhani Ungkap Dirinya Dirundung Banyak Masalah, sampai Takut Saat Tinggalkan Anak

Seperti diketahui jika perceraian Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika atau biasa disapa Ambu Anne dengan anggota DPR RI Dedi Mulyadi masih bergulir di Pengadilan Agama Purwakarta.

Kemudian Ambu Anne dalam satu kesempatan mengatakan tentang alasan ingin berpisah dari Dedi Mulyadi. 

Menurut Anne Ratna Mustika, sang suami telah melanggar syariat Islam.

Pelanggaran syariat Islam yang dimaksud, kata Anne Ratna Mustika satu di antaranya soal pemberian nafkah lahir dan batin. 

Meski dirinya memiliki penghasilan sendiri sebagai pejabat daerah, bukan berarti hal itu menggugurkan kewajiban Dedi sebagai suami dalam memberikan nafkah lahir.

Rupanya keluhan sang istri ini langsung direspons Dedi Mulyadi. 

Dia merasa heran kebutuhan apalagi yang kurang dari sang istri.

Dedi Mulyadi sepertinya enggan dianggap lari dari tanggung jawab sebagai seorang suami. Dalam sebuah video di kanal Youtube miliknya, ada momen dan pernyataan Dedi yang cukup menarik.

Di dalam video, Dedi Mulyadi bersama seorang rekannya tengah membeli barang-barang kebutuhan untuk para korban gempa Cianjur. Salah satu yang diborong Dedi adalah pembalut wanita.

"Nih saya mah sayang sama perempuan, softexnya (merek pembalut wanita) aja saya beliin," kata Dedi Mulyadi sambil memperlihatkan tumpukan pembalut wanita tersebut, dikutip Rabu (30/11/2022).

Dedi Mulyadi lantas menyinggung betapa pentingnya berbagi kepada sesama, terlebih buat mereka yang membutuhkan. Kata dia, bersedekah tak akan membuat miskin.

"Tidak akan pernah miskin kalau bantu orang. Miskin itu kalau ditipu cewek. Tapi ceweknya cewek penipu, bukan yang baik-baik kayak gini (para kasir supermarket)," kata Dedi Mulyadi disambut tawa para kasir tersebut.

Mantan Bupati Purwakarta ini kemudian memuji kasir-kasir tersebut. Entah, apakah ini sebagai sindiran buat Ambu Anne atau tidak.

"Mereka mah berjuang tiap hari bantu suaminya. Bener nggak? Sampai hamil-hamil tetep kerja," ujar Dedi Mulyadi.

Sementara, dalam sidang di Pengadilan Agama Purwakarta pada 23 November lalu, Dedi memilih absen. Sementara Ambu Anne datang ke sana.

Dedi Mulyadi absen karena sibuk memberikan bantuan untuk korban gempa Cianjur. Absennya Dedi membuat sidang ditunda selama sepekan.

Absennya Dedi Mulyadi bikin Ambu Anne kecewa. Perempuan berhijab ini juga minta ada ketegasan dari hakim terkait hal tersebut. (*)

Artikel ini juga tayang di suara.com berjudul Dituding Ambu Anne Tak Kasih Nafkah, Dedi Mulyadi Pamer Borong Pembalut Wanita: Saya Mah Sayang Sama Perempuan

Load More