SuaraBandung.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta kebijakan pemerintah dalam mengimpor beras tidak menyebabkan hancurnya harga beras di pasar lokal. Ia berharap impor beras tetap difokuskan sebagai cadangan di gudang Bulog.
Dibeberkan pria yang akrab disapa Kang Dedi, saat ini para petani sedang menikmati hasil panen dengan harga gabah yang relatif baik di banding dengan sebelumnya. Jika beras impor sampai bocor ke pasar maka petani akan merugi kembali.
Menurutnya impor beras dilakukan hanya untuk memenuhi cadangan mengisi gudang Bulog yang kosong dalam rangka menjaga ketersediaan pangan. Selain itu program tersebut diarahkan dalam memenuhi kebutuhan program pemerintah terutama di Kemensos seperti bantuan non tunai, termasuk stimulus berbagai peristiwa bencana.
“Tetapi saya keberatan kalau kemudian (impor beras) disiramin ke pasar. Kalau disiramin ke pasar otomatis harga beras akan jatuh. Kalau harga beras jatuh maka harga gabah akan jatuh lagi,” ujar Kang Dedi, Selasa 6 Desember 2022.
Kondisi tersebut, diakuinya sudah menjadi kebiasaan pemerintah saat petani memasuki musim panen. Banyak kejadian saat panen justru beras impor membanjiri pasar sehingga petani menjadi rugi. Hanya saja sifat petani terutama di daerah tak pernah protes dan selalu menerima keadaan itu.
“Jangan sampai beras yang diorientasikan untuk cadangan nasional ini kemudian masuk ke pasar secara tiba-tiba, kan kalau begitu yang menikmati yang impor,” tuturnya.
Jika melihat kondisi pasar saat ini, Kang Dedi menilai kebutuhan dan harga beras masih relatif baik meskipun tak lama lagi akan menghadapi Natal dan Tahun Baru 2023.
Hanya saja saat ini beras dikendalikan oleh bandar yang mendapatkan pasokan dari membeli gabah petani pada saat panen lalu. Sebab selama ini gabah petani lebih banyak diserap bandar dibanding oleh pemerintah yang dianggap terlalu banyak regulasi.
“Dan jujur saja selama ini petani diserap gabahnya oleh mereka, para bandar. Mulai dari bandar kecil sampai besar. Mereka membeli tanpa membuat standarisasi yang ribet. Kemudian hari ini pasti dong mereka (bandar) yang mengatur keuntungan, kemudian kalau disiram juga mereka akan rugi, apalagi yang baru panen lebih rugi lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Timnas Brasil Buat Rekor di Piala Dunia 2022 dengan Memainkan Seluruh Pemainnya
Kang Dedi yang kerap berkeliling ke daerah lumbung padi di Jawa Barat banyak mendapatkan pernyataan dari petani agar pemerintah tidak melakukan impor untuk kebutuhan pasar lokal. Sebab jika itu terjadi maka petani akan kembali rugi karena harga jual gabah merosot.
Sehingga ia berharap impor beras dilakukan pemerintah adalah benar-benar mengisi gudang Bulog yang kosong untuk kemudian disinergikan dengan sejumlah program. Salah satunya serapan untuk bantuan masyarakat di Kemensos.
“Yang harus diperbaiki adalah manajemen pengelolaan termasuk di internal pemerintah melakukan koordinasi, sinkronisasi data sehingga tidak terjadi simpang siur data yang kedua-duanya dikelola dan dikeluarkan oleh pemerintah,” ucapnya.
Terakhir, Kang Dedi kembali mengingatkan agar impor beras benar-benar bertujuan untuk memenuhi cadangan pangan di gudang Bulog. Jangan sampai beras tersebut bocor apalagi membanjiri pasar.
“Sekarang ini apalagi yang mau diributin karena sudah mau datang kok. Tapi karena sudah mau datang harapan saya isi gudang bulog yang kosong jangan disiram ke pasar. Kalau disiram ke pasar petani bisa mati. Karena kalau sekarang langsung disiram ke pasar nanti gudang kosong lagi, nanti impor lagi,” tandas Kang Dedi Mulyadi.
Berita Terkait
-
Proses Perceraian Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi Berpotensi Berbuntut Panjang
-
Kang Dedi Mulyadi Bicarakan Keinginan Seorang Anak sampai Belikan Emas untuk Wanita Ini
-
Dedi Mulyadi Jadi Idola Ibu-Ibu hingga Dijodohkan dengan Desy Ratnasari, Netizen: Ambu Anne Tinggalin Aja Pak
-
Dedi Mulyadi Balas Sindiran Anne Ratna Mustika Soal Utang, Korban KDRT Langsung Jadi Prioritas Kang DM
-
Disindir Anne Ratna soal Hutang Puluhan Miliar, Sebenarnya Berapa Harta Kekayaan Dedi Mulyadi?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
10 Lagu Piala Dunia Terbaik Sepanjang Massa, Nomor Dua Masih Favorit Dunia
-
Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Membentuk Hidupmu
-
Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur