/
Senin, 02 Januari 2023 | 21:05 WIB
Stasiun Tawang terendam banjir. Banjir di Semarang mulai memakan korban jiwa. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Bahkan Jalan Gajah Mada, serta Jalan Mataram hingga Bundaran Bubakan ikut terendam air.

Banjir yang menggenang bahkan masih tampak di beberapa daerah pada Minggu (1/1/2023).

Dampak dari banjir, kendaraan angkut umum seperti kereta api yang akan menuju ke Stasiun Tawang maupun berangkat dari Stasiun Tawang terlambat sampai 11 jam lamanya.

Bahkan lebih dari itu, beberapa kereta api tidak diberangkatkan karena rel yang terendam banjir.

Bukan hanya merugikan secara materi, banjir juga sudah menyebabkan korban jiwa.

Ada tiga korban dinyatakan meninggal dunia, yang dua di antaranya adalah mahasiswa Universitas Sultan Agung Semarang.

Korban jiwa rata-rata tersengat listrik akibat penanganan banjir yang terlambat, khususnya dalam memutus aliran listrik ketika air meluap di Semarang.

Mereka yang menjadi korban jiwa adalah para penerus bangsa, tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sultan Agung Semarang bernama Dinda Shefira (19) dan Muh Kevinabeel (19).

"Mereka (dua korban jiwa) meninggal dunia setelah tersetrum di tempat indekosnya di Jalan Kapas, Kecamatan Genuk," kata Kapolsek Genuk, Kompol RIS Andrian.

Baca Juga: Instagram Indomaret Diserang Netizen, Gegara Diduga Enggan Pecat Menantu yang Selingkuh dengan Mertua

"Dari keterangan saksi, diketahui ada kabel terputus yang posisinya terendam air," ucapnya seperti dikutip dari Antara.

Kemudian, korban jiwa kembali terjadi di kawasan industri daerah Terboyo, Kota Semarang, Senin (2/1/2023).

"Korban bernama Sunaryo (62) merupakan warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur," kata RIS Andrian dikutip dari Antara. 

"Penyebab tewas diduga korban tersetrum ketika akan menghidupkan genset. Posisi genset saat itu terendam air," ujarnya. (*)

Load More