/
Senin, 02 Januari 2023 | 21:05 WIB
Stasiun Tawang terendam banjir. Banjir di Semarang mulai memakan korban jiwa. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

SuaraBandung.id - Di berbagai lini media sosial dan pemberitaan nasional tengah menyoroti kawasan Semarang yang saat ini sedang dilanda banjir.

Banjir parah di Semarang ini bukan hal baru, akan tetapi menjadi musiman yang seolah tidak pernah ada solusi.

Sama seperti di kawasan Jawa Barat, banjir kerap terjadi bahkan juga termasuk sudah musiman yang tidak pernah ada solusi pemecahan masalah terkait banjir.

Beberapa titik di Kota Bandung misalnya. Banjir kerap terjadi hingga memakan korban jiwa.

Namun, lagi-lagi banjir di Bandung, Jawa Barat ini luput dari pemberitaan tentang bagaimana masalah tersebut harus diselesaikan.

Kondisi banjir ini menjadi momok bagi kepala daerah yang kerap menjanjikan solusi mengurangi dampak dari derasnya hujan, akan tetapi sama sekali tidak pernah terjadi.

polisi ajak guru selfie di lokasi sekolah banjir (sumber: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/)

Terbaru adalah banjir di Semarang dimana korban jiwa mulai berjatuhan. Mirisnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo selalu luput dari tuntutan untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Bahkan, buzzer dan politisi terus menggiring opini jika Ganjar Pranowo adalah solusi untuk perbaikan negara ini.

Akan tetapi fakta di lapangan, banjir Semarang telah nyata-nyata menjadi satu di antara masalah besar yang hingga saat ini belum bisa diselesaikan.

Baca Juga: Instagram Indomaret Diserang Netizen, Gegara Diduga Enggan Pecat Menantu yang Selingkuh dengan Mertua

Mirisnya, banjir Semarang sudah memakan tiga korban jiwa saat wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak Jumat (30/12/2022) sekitar pukul 21.00 WIB. 

Sejumlah titik di Semarang mengalami kebanjiran dengan ketinggian yang berbeda-beda pada Sabtu (31/12/2022).

Banjir Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung. Begini penampakan kemacetan parah akibat air meluap. (sumber: twitter.com/umadladsss)

Dari banyak media sosial yang menyoroti banjir tersebut, luapan air sampai masuk ke pemukiman padat penduduk. 

Air membanjiri sejumlah lokasi seperti kawasan Simpang Lima, Jalan Pahlawan, Jalan Gajah Mada, Kota Lama, Stasiun Tawang, daerah Kaligawe, dan Bundaran Bubakan.

Di Simpang Lima Semarang, kabarnya ketinggian air hingga mencapai sekitar 40-50 cm.

Sedangkan di Simpang Lima air tampak mencapai ketinggian sekitar 30-40 cm. 

Load More