/
Kamis, 12 Januari 2023 | 22:06 WIB
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Jawa Barat, Rajiv bicara soal tagar #2024Pituin yang sempat ramai di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. (Suara Bandung)

SuaraBandung.id - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Jawa Barat, Rajiv bicara soal tagar #2024Pituin yang sempat ramai di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

Rajiv mengatakan, Pituin yang diambil dari bahasa Sunda dan memiliki arti 'Asli' tak mempengaruhi dirinya untuk mengabdikan diri serta mengakomodir masyarakat Kabupaten Bandung.

Menurutnya, jika tagar tersebut diisukan untuk menjegal orang luar agar tak bisa mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Kabupaten Bandung itu merupakan salah besar.

"Saya gak peduli, itu cuma orang iseng dan oknum saja, yang jelas itu mencederai nilai Demokrasi dan tagar itu menginginkan adanya politik identitas, sekalipun politik identitas asa tapi di sini (Kabupaten Bandung) gak laku," ujarnya ditemui, Kamis (12/1/2023).

Berdasarkan data dan hasil survei, masih banyak warga Kabupaten Bandung yang tidak mengetahui calon legislatif yang dipilihnya di wilayah Dapil 2 (Kabupaten Bandung).

Jika, tagar tersebut dipersoalkan, pihaknya siap berdiskusi dengan anggota DPR siapapun menyoal kondisi masyarakat di Kabupaten Bandung.

"Saya udah 1,5 tahun keliling di Kabupaten Bandung, tahu banyak persoalan, saya siap kok kalau harus berdiskusi dengan anggota dewan yang udah kepilih 2 kali pun," terangnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat Kabupaten Bandung tidak sedang mempersoalkan tagar tersebut.

Ia menyebut, kehadiran dari para anggota dewan dan kepedulian wakil rakyat menjadi sesuatu yang lebih krusial.

Baca Juga: Bus Transjakarta Digeruduk Pasukan Ojol, Sopir dan Kondektur Disebut Alami Kekerasan

"Orang banyak juga yang gak hafal wakil rakyatnya, jangan cuma datang pas mau di pilih terus datang lagi di beberapa tahun kemudian," terangnya.

Tak sampai disitu, Rajiv juga menyoroti masih adanya beberapa persoalan di Kabupaten Bandung yang cukup krusial seperti banjir.

Ia mengatakan, jika wakil rakyat yang saat ini masih menjabat tidak peduli, makan persoalan seperti banjir di Kabupaten Bandung akan sulit di tangani.

"Kenapa harus memikirkan tagar itu, kita fokus saja pada persoalan di Kabupaten Bandung seperi banjir, kalau anggota legislatif Dapil 2 ini peduli, saya yakin persoalan itu bisa selesai, ini buktinya masih ada, wilayah lain udah bicara soal integritas transportasi, di sini masih bicara banjir," tuturnya.

Sebelumnya sempat ramai soal tagar #2024Pituin di Kabupaten Bandung, tagar tersebut disinyalir muncul lantaran bentuk ketidakpuasan masyarakat atas kinerja anggota DPR di berbagai level.

Tagar tersebut juga menyinggung soal anggota DPR Dapil 2 yang bukan merupakan warga asli Kabupaten Bandung.

Load More