SuaraBandung.id - Pengamat politik, Hendri Satrio. mengungkapkan kecurigaan tentang adanya upaya untuk mengalihkan isu yang lebih penting yakni Perppu Cipta Kerja.
Sebab akan banyak kemungkinan yang bisa terjadi, perpu cipta kerja bisa di terbitkan. Apabila masyarakat tidak bising dan publik tidak menyatakan protes terhadap kebijakan dari Presiden.
“Ini bisa jadi ada perppu-perppu lainnya dengan alasan sama. Ada Perang di Rusia dan Ukraina,” kata Hendri Satrio atau lebih dikenal dengan nama Hensat pada diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) pada (7/1/2023), dikutip pada Kamis (12/1/2023).
Adapun jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle. Itu merupakan hak istimewa untuk melakukan suatu hal tanpa perlu meminta persetujuan lembaga lain sebagai presiden.
Namun yang perlu digaris bawahi adalah perppu cipta kerja ini merupakan hal essensial dan penting daripada adanya wacana reshuffle ini.
Hensat secara terbuka menyatakan tidak mempermasalahkan Reshuffle mentri yang hendak dilakukan oleh Jokowi diakhir masa jabatannya.
“Kalau saya bilang mah terserah. Mau reshuffle boleh, enggak juga nggak apa-apa,” sambung Hensat.
Ia juga tidak akan mempermasalahkan alasan apa yang menjadi latar belakang, jika reshuffle terjadi.
Baik itu karena kinerja ataupun alasan baper. Sebab ini semua kembali lagi pada kepatuhan, kewarasan dan kewajaran dalam memerintah.
Kita sebagai masyarakat hanya bisa melihat bagaimana kebijakan dari Presiden. Mulai dari kabar reshuffle hingga pada nasib akhir perppu cipta kerja. (*)
Sumber : YouTube Indonesia Lawyers Club
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
Kunjungan ke Sumbar Naik 12 Persen saat Lebaran 2026, Kenyamanan Wisatawan Disorot
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris