SuaraBandung.id - Bukti jika pacaran dengan yang beda umur terpaut 15 tahun masih bisa sangat hot.
Pacaran tanpa batas dipamerkan janda cantik yang sudah punya anak remaja, Wulan Guritno.
Umur Wulan Guritno sudah masuk 42 tahun, tapi soal memanjakan pasangan, dia sampai rela berman-manja sambil basah-basahan dengan lelaki muda yang usianya 26 tahun.
Sehingga tak kaget jika publik Indonesia menyoroti gaya pacaran Wulan Guritno yang super bebas bersama anak muda bernama Sabda Ahessa.
Aksi Wulan Guritno yang begitu cuek memperlihatkan curahan kasih sayangnya pada Sabda Ahessa tak ubahnya seperti 'orang gede mengajarkan hal yang wah pada anak-anak'.
Pasangan ini terpaut usia yang cukup jauh, yakni Wulan Guritno lebih tua 15 tahun dari Sabda.
Wulan Guritno yang lahir sekitar 14 April 1981, tak lama lagi akan menginjak kepala empat tepatnya 42 tahun.
Pengalamannya menikah muda ternyata gagal, dan kemudian Wulan Guritno kembali menikan dan lagi-lagi gagal.
Usia Wulan Guritno yang sudah 40 tahunan ini masih menjadi kebanggan lantaran sang artis benar-benar tahu bagaimana memanjakan diri agar tetap cantik dan sempurna di mata lelaki.
Baca Juga: Kabar Reshuffle Mentri, Hendri Satrio: Jangan-jangan Ada Upaya Pengalihan Isu Perpu Cipta Kerja
Bahkan Wulan Guritno berhasil membuat Sabda Ahessa klepek-klepek dan bermanja-manja layaknya anak pada ibu sendiri.
Sabda sejatinya atlet basket berusia 26 tahun yang juga memiliki tubuh sempurna.
Sebagai lelaki yang beranjak dewasa, Sabda tentu saja tahu mana lawan jenis yang bisa membuatnya nyaman, dan umur mungkin bukan halangan.
Baru-baru ini Wulan Guritno yang memiliki pacar brondong menghabiskan waktu bersama dengan sang kekasih di beberapa lokasi.
Keduanya tanpa ragu dan malu mengumbar kemesraan mereka. Ibu tiga anak itu bahkan rela tampil seksi saat bersama Sabda Ahessa, yah mungkin agar terlihat mengimbangi sang brondong.
Misal, saat Wulan Guritno dan Sabda Ahessa menikmati waktu bersama di Bali hingga main basah-basahan.
Berita Terkait
-
Pantesan Wulan Guritno Selalu Curiga Gaya Pacaran sang Anak, Shalom Razade Akhirnya Jujur Pernah Berbuat Hal Terlarang di Dapur?
-
Soal Restu Hubungan Asmaranya dengan Sabda Ahessa, Wulan Guritno Hanya Meminta Doa
-
Keceplosan! Melaney Ricardo Sebut Wulan Guritno dan Sabda Ahessa Telah Menikah Sejak Ini
-
Bikin Iri! Sederet Artis Cantik Jadi Komisaris, Ada yang Digaji Rp1,4 Miliar di BUMN, Wulan Guritno Punya Tugas Khusus, Cinta Laura?
-
Nekat hingga Romantis, Inilah Momen Kebersamaan Sabda Ahessa dan Wulan Guritno dalam Acara Tiba Tiba Tenis
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital