SuaraBandung.id - Hati-hati dan tetap waspada pada pergaulan anak. Jangan sampai ibu-ibu menyesal anak gadisnya menjadi korban pelecehan seperti yang terjadi di Brebes, Jawa Tengah.
Korban yang masih di bawah umur, yakni 15 tahun, diperkosa secara bergilir oleh enam pelaku yang lima di antaranya juga masih di bawah umur.
Parahnya, kejadian itu malah dimanfaatkan LSM dengan memeras para pelaku dengan alasan untuk berdamai.
Viralnya kasus ini lantas membuat publik geram. Korban mengalami trauma, sementara para pelaku bisa lolos dari jerat hukum lantaran merasa sudah merasa membayar uang perdaian yang diotaki LSM.
Dari informasi yang didapat bandung.suara.com, perdamaian dilakukan antar keluarga korban dan para pelaku.
Namun, semua terbongkar lantaran satu di antara orang tua pelaku merasa dirugikan lantaran malah seperti diperas oleh LSM yang mengaku bisa menyelesaikan kasus hukum tersebut.
Dari keterangan pihak kepolisian, korban sebelum diperkosa secara bergilir sempat dicekoki miras.
Setelah korban tidak berdaya, satu per satu dari pelaku yang kebanyakan di bawah umur memperkosa korban.
Menurut Kepala bagian Operasional (Kabag Ops) Satuan Resersedan Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes Iptu Puji Haryati, pemerkosaan terhadap WD yang dilakukan oleh 6 pelaku terjadi pada Desember 2022 lalu.
Baca Juga: Bukan Hanya Balada Si Roy, Bayi Ajaib pun Menjadi Film yang Menarik Perhatian Penonton
Korban dikatakan polisi awalnya dijemput satu pelaku di rumahnya.
Dari sana korban langsung dibawa ke sebuah rumah kosong. Ternyata di sana sudah ada pelaku lain yang menunggu dengan bermodalkan miras.
Saat itu juga korban dipaksa minum miras hingga dicekok dan tak sadarkan diri.
Sangat miris, ketika korban tak berdaya mereka menggilir korbannya.
Setelah itu dikatakan Iptu Puji, korban dan pelaku diamankan LSM. Pihak LSM serta pihak desa, kemudian mendamaikan kasus tersebut dengan kesepakatan tidak melanjutkan kasus ini ke kepolisian.
Adapun LSM yang memediasi antara korban dan pelaku dalam kasus ini adalah Barisan Patriot Peduli Indonesia (BPPI).
Berita Terkait
-
Polisi Periksa Kepala Desa di Nias Selatan Diduga Perkosa Gadis Usia 20 Tahun
-
Fakta-fakta Kasus Pemerkosaan Anak di Brebes: Pelaku dan Korban Didamaikan, Kapolri Turun Tangan
-
Diduga Ada Pemerasan, Ini Identitas LSM Yang Mediasi Pelaku Dan Korban Pemerkosaan Di Brebes
-
Geger Korban Dan Pelaku Pemerkosaan Di Brebes Damai Karena Campur Tangan LSM, Berujung Atensi Kapolri
-
Tidak Profesional, Mahfud Minta Polri Periksa Penyidik Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Waspadai Tanda-tanda yang Mengarah pada Masalah Katup Jantung
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
Viral Dulu Baru Ditolong? Negara Tak Boleh Bekerja Berdasarkan Algoritma
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Investasi Kapal Miliaran Sia-sia? Ini Penyebab Utama Kapal Menumpuk di Pelabuhan Ketapang
-
Review Azzura Luminous Cushion: Harga Terjangkau, Wajah Glowing Instan
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Lewat Duel Sengit, Kudus Melaju ke Final Usai Taklukkan Surabaya
-
Naik BRT Bisa Dapat Diskon Wisata, Dusun Semilir Hadirkan Inovasi Transportasi-Pelancongan di Jateng
-
Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya