Kemarau Panjang Ubah Wajah Situ Gede, Air Menyusut Pemandangan Tak Biasa Ini Viral

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:12 WIB
Musim kemarau yang berlangsung sekitar empat bulan mulai mengubah wajah Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.[Istimewa]
  • Kemarau empat bulan menyebabkan debit air Situ Gede di Tasikmalaya menyusut dan viral karena jadi tempat wisata baru.
  • BMKG memprediksi fenomena El Nino berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat hingga 16 Agustus 2026.
  • BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Suara.com - Musim kemarau yang berlangsung sekitar empat bulan mulai mengubah wajah Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Debit air danau wisata tersebut menyusut hingga memunculkan hamparan rumput di area yang biasanya tertutup air.

Pemandangan tak biasa itu justru menarik perhatian wisatawan.

Hamparan rumput yang muncul akibat penyusutan air dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat bersantai dan berfoto, terutama pada sore hari.

Video kondisi terbaru Situ Gede viral di sosial media dan membuat banyak netizen berikan komentar beragam.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memprediksi pengaruh El Nino terhadap pola curah hujan di Jawa Barat.

BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung menyebut El Nino masih berpotensi mengurangi intensitas curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat dalam sepekan, 10–16 Agustus 2026.

Kepala BMKG Bandung Edi Wibowo mengatakan kondisi tersebut terlihat dari indeks Niño 3.4 yang berada di angka +2,02.

“Fenomena El Nino masih berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat yang ditunjukkan oleh indeks Nino 3.4 sebesar +2,02,” kata Edi dikutip dari Antara.

Meski demikian, bukan berarti Jawa Barat sepenuhnya terbebas dari hujan.

BMKG masih memperkirakan hujan ringan hingga sedang dapat terjadi secara lokal, terutama pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.

BMKG juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Ancaman tersebut antara lain banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang ketika hujan deras terjadi secara tiba-tiba.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” ujar Edi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com