/
Jum'at, 03 Februari 2023 | 08:00 WIB
Ilustrasi 3 Cara Memeriksa Potensi Kanker Payudara (Pexels/Anna Tarazevich)

SuaraBandung.id – Beberapa waktu lalu, komedian Tri Retno Prayudati atau yang kerap disapa Nunung divonis mengidap kanker payudara. Kabar tersebut disampaikan saat ia hadir dalam podcast kanal YouTube Ruben Onsu.

Kemudian, dikutip dari laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, jumlah kasus kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu jiwa.

Dalam hal itu, kita tahu bahwa kanker payudara memang penyakit berbahaya dan rentan terjadi pada wanita.

Sehingga penting untuk mengetahui tentang bagaimana cara mengenal potensi kanker payudara sedini mungkin.

Melansir dari kanal YouTube Cancerclub CISC, berikut beberapa cara untuk memeriksa potensi kanker payudara sedini mungkin.

1. Pemeriksaan Sendiri

Untuk mengetahui potensi kanker payudara, kita bisa melakukan pemeriksaan sendiri.

Lakukan pemeriksaan setiap bulan di hari ke-7 sampai hari ke-10 sejak menstruasi hari pertama. Lalu, apabila memasuki masa menopause, segera tentukan tanggal yang mudah diingat untuk melakukan pemeriksaan.

Pada umumnya, kanker payudara terjadi dengan ditandai beberapa hal berikut:

• Munculnya benjolan di bagian payudara

Baca Juga: Persebaya vs Borneo FC, Aji Santoso: Saya Punya Cara untuk Atasi Pemain-pemain Pesut Etam

• Warna kulit payudara berubah

• Puting masuk atau terasa sakit

• Muncul benjolan pada bagian ketiak

2. Melakukan Pemeriksaan Klinis

Pemeriksaan juga dapat dilakukan di Klinik atau Puskesmas terdekat. Pemeriksaan tersebut gunanya untuk mendeteksi tanda dan gejala kanker payudara yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih.

Selain itu, dengan melakukan pemeriksaan payudara klinis ini, kita bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis atau tenaga medis untuk pemeriksaan fisik. Lakukan satu kali dalam setahun atau ketika menemukan kelainan pada payudara.

3. Lakukan Skrining Mamografi

Selanjutnya, lakukan konsultasi ke dokter di rumah sakit untuk melakukan skrining mamografi.

Selain melakukan pemeriksaan klinis, bagi wanita yang berusia 40 tahun disarankan untuk melakukan skrining mamografi di rumah sakit secara rutin pada setiap tahunnya.

Namun, jika memiliki riwayat keluarga dengan risiko tinggi terhadap kanker payudara, lakukan deteksi dini oleh tenaga medis sebaiknya dilakukan saat berusia 30 tahun.

Kemudian untuk penanganan lebih lanjut, bisa dirujuk ke Dokter Subspesialis Onkologi.

Itulah beberapa cara untuk memeriksa potensi kanker payudara. Lakukanlah secara rutin dan sedini mungkin agar jika ditemukan gejala, bisa segera melakukan pengobatan dan hasilnya lebih optimal. (*)

Load More