Suara Bandung.id - Kereta Api Bandung Raya akan dikonversi menjadi Kereta Rel Listrik (KRL), informasi ini disampaikan oleh Kepala Dishub Kota Bandung, Dadang Darmawan pada Minggu (19/2/2023).
Dadang Dermawan menyebut bahwa agenda perencanaan KRL akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, dengan mengubah penggunaan diesel menjadi listrik.
"Secara bertahap, feeder yang awalnya kereta diesel, akan diganti jadi kereta listrik (KRL)," kata Dadang Dermawan, seperti dikutip oleh bandung.suara.com pada Selasa (21/2/2023).
Adapun rute perjalanan pertama yang akan dilalui oleh KRL Bandung Raya adalah rute Padalarang - Bandung. Kemudian dilanjutkan untuk tahap kedua, yakni rute Bandung - Cicalengka.
Singkatnya, Kasubdit Fasilitas Operasi Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Ferdian Suryo memberikan gambaran bahwa rute perjalanan KRL Bandung Raya yang akan digunakan dalam tahap pertama dan kedua, melingkupi Padalarang - Bandung - Cicalengka.
Melalui akun Instagram milik Perusahan Kereta Api Indonesia, mereka pun sedang gencar-gencarnya menyebarluaskan informasi, terkait tata cara pembelian dan pembayaran tiket yang berbasis elektronik.
Upaya terkait juga menjadi bagian untuk menyiapkan Indonesia dalam mengupgrade warga negaranya, agar melek terhadap perubahan teknologi. Terlebih untuk Bandung yang sudah mulai digelari kota metropolitan.
Selain itu, masyarakat juga mengharapkan bahwa kedepannya biaya atau tarif yang diberlakukan untuk penumpang transportasi darat yang satu ini lebih murah dari sebelumnya. (*Rahmah Afifah)
Sumber: Instagram Humas Bandung @humas_bandung
Baca Juga: Demokrat Siapkan Panggung Safari Politik untuk Anies Baswedan dalam Waktu Dekat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026