SuaraBandung.id - Penulis dengan nama pena Tere Liye atau yang bernama asli Darwis, dihujat netizen melalui twitter. Hingga namanya sempat menempati trending pertama selama 2 hari berturut-turut.
Tere Liye dituduh tidak memiliki rasa sopan santun dalam memberikan komentar terhadap peristiwa penyebaran buku bajakan yang telah merugikan dirinya. Selain itu, ia juga dituding tidak menuliskan nama co-writer yang ia pekerjaan.
Merespon tuduhan tak berdasar yang dilayangkan pada dirinya, Tere Liye langsung membungkam komentar netizen dengan unggahan terbarunya di akun Instagram @tereliyewriter pada Rabu (22/2/2023).
Penulis Buku serial Bumi itu, merangkul semua tuduhan dengan satu kata yang dinilainya pantas untuk netizen yakni dengki. Bahkan dirinya menambahkan keterangan tentang gejala dari penyakit hati ini.
"Penyakit hati yg satu ini merusak. Ibarat pohon, merusak akar2 pohon tsb, meracuninya. Kita tidak suka dengan tetangga yg lebih sukses, lebih kaya. Kita tidak suka dengan teman yang lebih berhasil."
"Beda dgn sakit fisik yg kelihatan, penyakit hati, wow deh, kita bisa merasa sehat banget--padahal sedang menderita dengki luar biasa. Maka baiklah, mari kita bahas penyakit ini. Berikut gejala2 dengki yg harus diwaspadai," sambung penulis Buku Rembulan Tenggelam Diwajahmu, tersebut.
Bahkan pada hari sebelumnya, Darwis juga sempat mengunggah foto tulisan "*Ssst, kamu keliru" di Instagram pribadinya.
Dan menceritakan sebuah kisah tentang Pak Budi yang dihakimi sepihak oleh penduduk setempat, sebab difitnah telah menggaji karyawannya dengan upah yang tidak layak.
Lebih jauh lagi, Tere Liye menyebut netizen yang senang menghakimi dan memberikan fitnah yang tidak-tidak dengan panggilan haters, yang telah diselimuti oleh rasa dengki.
Baca Juga: Moment Thariq Halilintar Kepergok Rangkul Fuji saat Foto Bersama, Warganet: Salfok Tangannya
'Kamu pernah mengalami ini? Saat kita menghakimi, nge-judge, menuduh orang lain, padahal kita tidak tahu apa2? Jika pernah, dan atau bahkan masih sampai sekarang, mulailah kurangi."
"Termasuk kurangi dekat2 dengan orang2 ini. Netizen yg suka begini super toxic. Hater itu menular dan sangat merusak," tulis si penulis Buku Pulang.
Melihat kejadian ini ternyata telah menimpa penulis yang memiliki ratusan karya yang menarik hati pembaca di seluruh negeri, pembaca pun tidak diam dan memberikan fakta akurat bahwa apa yang dituduhkan pada Tere Liye tidak benar.
Dan mereka pun ikut mendukung, sudut pandang Darwis Tere Liye yang menanggapi trending nama dirinya dengan menuliskan cerita dengan pesan tersirat didalamnya. (*Rahmah Afifah)
Sumber: Instagram Tere Liye @tereliyewriter
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi