SuaraBandung.id - Seorang Pakar Hukum Pidana, Prof. Andi Hamzah memberikan penjelasan terkait 3 masalah penting yang muncul terkait putusan Majelis Hakim PN Jaksel atas vonis yang diberikan pada Ferdy Sambo cs.
Pendapat itu disampaikan oleh Prof. Andi Hamzah, ketika ia diundang dalam diskusi membahas vonis hakim terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawati (PC) di Indonesia Lawyers Club (ILC), Kamis (16/2/2023).
Melalui sambungan Video Call, Prof. Andi Hamzah hadir dan utarakan pandangannya, pasca Hakim Ketua resmi jatuhkan vonis untuk masing-masing pelaku Pembunuhan Berencana Brigadir J beberapa waktu lalu.
Terkait 3 masalah penting yang dimaksud oleh Prof. Andi, ialah pertama mengenai motif dari kasus yang menewaskan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
"Pertama itu dalam kasus ini saya lihat, tidak jelas motifnya. Sedangkan motif itu menentukan berat ringannya hukuman. Motifnya apa? Kalau ada orang membunuh tanpa motif, itu namanya orang gila. Musti ada motifnya, itu tidak terungkap ya," kata Prof. Andi Hamzah.
Yang kedua, adalah perihal peraturan Pidana Mati dalam UU KUHP Terbaru yang akan berlaku tahun 2026, yang bisa saja loloskan Sambo dari eksekusi mati.
"Pidana mati dalam KUHP yang sudah disahkan, tapi baru berlaku tiga tahun lagi, dapat ditunda (eksekusi mati). Jadi kalau beliau berbuat baik selama 10 tahun, dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau 20 tahun," jelasnya.
Lantas masalah ketiga adalah berlakunya negative control dari Jaksa kepada Hakim, sama seperti di Negara Belanda.
"Jadi kalau hakim itu memutus jauh lebih rendah, jaksa banding. Dan juga kalau terlalu tinggi, jaksa juga banding. Jadi itulah pentingnya ada resipitor Jaksa. Jadi inilah yang paling adil dari saya, jangan terlalu tinggi dari ini, jangan terlalu rendah dari ini," ungkapnya lagi.
Baca Juga: 5 Fakta The Mukaab, Mega Proyek Arab Saudi Mirip Kakbah Senilai US$ 800 Miliar
Prof. Andi Hamzah menegaskan bahwa itulah tiga masalah penting yang bisa saja terjadi dan akan dilalui dalam peradilan Sambo Cs, pasca vonis mereka telah diputuskan oleh Hakim Ketua. (*)
Sumber: Youtube Indonesia Lawyers Club (ILC) berjudul VONIS MATI SAMBO DAN PENJARA 20 TAHUN PC // KEBERANIAN HAKIM??
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih