/
Selasa, 28 Februari 2023 | 21:45 WIB
Habib Ja'far menjelaskan perkara membuat tato yang dibolehkan asalkan letak tato hanya di dua tempat ini ((Instagram/@husein_hadar))

SuaraBandung.id - Habib Ja'far memberikan tanggapan nya dalam menjawab perkara ini, bahkan beliau sempat mendapat pertanyaan serupa namun lebih bervariasi perihal tato.

Pertama, misalnya seseorang membuat tato namun gambar atau bentuknya adalah kata-kata yang baik, seperti lafadz Allah, Muhammad dan sejenisnya, apakah boleh?

Menurut Habib Ja'far, hal tersebut jelas diperbolehkan tempat tato itu diletakkan harus diperhatikan sebab tidak bisa di sembarang tempat begitu saja, hanya ada dua tempat.

"Nah gini, nama Nabi, nama Allah dan kata-kata yang baik itu boleh di tato (dibuat sebuah tato) asalkan (tempatnya) di pikiran dan di hati," jelas Habib Ja'far seperti dalam video YouTube HAS Creative.

Demikianlah Habib Ja'far menjelaskan hukumnya ditato dengan lafadz yang baik seperti tadi itu boleh asalkan tempatnya ada di dua lokasi yakni dalam pikiran dan hati.

Artinya kata-kata baik terlebih lafadz yang diagungkan sudah seharusnya 'ditato' agar menjadi jejak dan terus hadir dalam benak dan perasaan seseorang.

Habib Ja'far kembali menegaskan, tato itu haram dan tidak ada toleransi bagi muslim untuk dapat membuat tato, walaupun sekarang bisa saja ditemuk jenis tinta yang menyerap air.

Lebih lanjut lagi, Habib memberikan gambaran. Saat seseorang membuat tato di bagian tubuh yang bukan anggota wudhu seperti halnya punggung.

Itupun sama haram sebab bagaimana ketika ia akan mandi wajib, seluruh air harus mengenai anggota tubuh termasuk apabila yang dicontohkan tadi yaitu punggung.

Baca Juga: Rincian Lengkap Vonis Anak Buah Ferdy Sambo dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

"Tato itu haram, dan haramnya bukan karena air ga masuk (ke kulit ketika) wudhu atau mandi wajib gitu,"sambung alumni UIN Syarif Hidayatullah itu dikutip oleh bandung.suara.com pada (28/2/2023). (*) Rahmah Afifah.


Sumber: YouTube HAS Creative

Load More