- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo merupakan strategi diplomasi untuk memperkuat hubungan internasional.
- Tujuan utama kunjungan tersebut adalah membangun kepercayaan serta kedekatan antarpemimpin guna menghadapi ketidakpastian kondisi global secara lebih efektif.
- Presiden Prabowo bersama Menteri Luar Negeri menentukan prioritas pertemuan diplomatik berdasarkan kepentingan nasional serta perkembangan situasi yang mendesak.
Suara.com - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari strategi diplomasi untuk memperkuat hubungan dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.
Pernyataan itu disampaikan Teddy sebagai tanggapan atas sejumlah masukan yang sebelumnya disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait aktivitas perjalanan luar negeri Presiden.
Menurut Teddy, hubungan antarpemimpin negara tidak bisa dibangun secara mendadak ketika krisis terjadi. Karena itu, Presiden perlu menjalin kedekatan dan kepercayaan sejak awal melalui komunikasi yang intensif dengan kepala negara lain.
"Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya," kata Teddy.
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memimpin Indonesia di tengah berbagai gejolak internasional yang terjadi di sejumlah kawasan. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut peran aktif kepala negara dalam menjaga komunikasi dan membangun jejaring diplomatik secara langsung.
Teddy juga menegaskan bahwa agenda Presiden disusun berdasarkan kebutuhan strategis, baik yang telah direncanakan jauh hari maupun yang muncul karena perkembangan situasi nasional dan internasional.
Selain melalui pertemuan resmi yang diketahui publik, hubungan diplomatik juga kerap dibangun melalui komunikasi personal yang tidak selalu diumumkan secara terbuka.
Menanggapi usulan Dino agar Presiden lebih memanfaatkan forum internasional untuk bertemu banyak pemimpin negara sekaligus, Teddy mengatakan keputusan mengenai pertemuan bilateral maupun kunjungan khusus sepenuhnya ditentukan oleh Presiden bersama Menteri Luar Negeri berdasarkan prioritas kepentingan nasional.
"Beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan. Mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telpon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," terang Teddy.
Baca Juga: Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
Ia menambahkan, diplomasi tidak selalu harus dilakukan melalui kunjungan tatap muka. Dalam kondisi tertentu, komunikasi dapat berlangsung melalui sambungan telepon maupun jalur diplomatik lainnya yang dianggap lebih efektif.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyoroti sejumlah aspek terkait perjalanan luar negeri Presiden Prabowo, mulai dari pembiayaan kunjungan, jumlah rombongan yang menyertai, transparansi agenda perjalanan, hingga frekuensi kunjungan ke berbagai negara selama sekitar satu setengah tahun masa pemerintahan. Dino juga mengusulkan agar pertemuan dengan kepala negara lain lebih banyak dilakukan di sela-sela forum internasional untuk meningkatkan efisiensi diplomasi.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering