/
Senin, 06 Maret 2023 | 16:46 WIB
Ilustrasi masalah kesehatan disfungsi ereksi pada yang bisa mengganggu hubungan suami istri. (Shutterstock)

SuaraBandung.id - Disfungsi ereksi atau impotensi adalah masalah seksual yang umum terjadi pada pria. Penyebab utama dari kondisi ini adalah kurangnya suplai darah segar dari jantung ke organ intim.

Sehingga pria sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi selama aktivitas hubungan suami istri. Hal itu tentu bisa menimbulkan rasa stres, dan menurunkan rasa percaya diri, atau bahkan renggangnya hubungan dengan pasangan.

Meski menjadi masalah serius, namun rupanya terdapat beberapa makanan yang baik untuk sistem pembuluh darah, sehingga membantu atasi impotensi.

Dilansir dari kanal YouTube Dokter Saddam Ismail, Senin (5/3/2023), ada beberapa makanan yang dapat membantu atasi impotensi pada pria. Berikut di antaranya.

1. Tiram

Tiram kaya akan zinc, mineral yang memainkan peran penting dalam produksi hormon testosteron pada pria.

Rendahnya tingkat testosteron dapat menjadi salah satu alasan dari masalah sulit ereksi. Oleh karena itu, Tiram dan jenis kerang lainnya bisa menjad solusi, sebab mengandung senyawa yang dapat meningkatkan produksi hormon testosteron dan estrogen.

Diketahui, peningkatan dramatis dalam produk hormon ini dapat mendorong hasrat hubungan suami istri yang lebih tinggi.

2. Ikan

Baca Juga: Terima Laporan, KY Siap-siap Periksa Hakim PN Jakarta Pusat soal Putusan Tunda Pemilu

Ikan seperti salmon liar, sarden, halibut, dan tuna begitu kaya akan vitamin D serta asam lemak omega-3.

Nutrisi ini bermanfaat untuk meningkatkan kadar dopamin di otak. Dopamin akan melancarkan sirkulasi darah, sehingga dapat mengatasi masalah dan memicu gairah hubungan suami istri.

Dopamin juga membuat pria merasa lebih santai dan terhubung dengan pasangan yang membuat hubungan suami istri terasa lebih sehat.

Hal yang perlu menjadi catatan adalah hindari makanan ikan berminyak jika memiliki risiko tinggi kanker prostat.

Sebab, asam lemak omega-3 dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkan bentuk agresif dari penyakit tersebut.

3. Daging Organik

Load More