SuaraBandung.id - Memiliki julukan Paris van Java, Bandung dikenal sebagai kota yang indah dan menyimpan kisah romantis di setiap sudutnya.
Namun, belakangan ini netizen dan masyarakat Bandung justru mengeluhkan banyaknya kasus kejahatan yang terjadi secara berdekatan di Kota Kembang ini.
Alih-alih menjadi kota yang indah, netizen menilai bahwa Bandung kini menjadi sebuah kota yang tidak aman di malam hari dan menyeramkan.
Seperti dilansir dari media sosial Twitter pada (3/3/2023) lalu, netizen mengeluhkan betapa berbahaya kota Bandung saat terjadi sebuah kasus pembacokan yang menimpa seorang satpam di sebuah kawasan perbelanjaan.
“Terjadi lagi pembacokan terhadap security yang bekerja di belakang Paskal Hyper Square, hari Kamis (02/02).” tulis akun tersebut.
Tak ayal, seorang netizen pun menyoroti kasus pembacokan pelajar di Bandung sebelumnya yang terjadi belum lama ini.
“can rengse kamari pelajar dibacok ayeuna geus aya deui nu anyar kasus na. aya nu ngomong ieu tugas na walikota tapi boa teuing nu mana si walkot teh, gubernur ngomongna angka kejahatan jabar rendah boa teuing data na nu mana, polisi na? teuing ah”
Terjemahan:
“Belum selesai kemarin pelajar dibacok sekarang udah ada lagi kasus baru, ada yang bilang ini tugas walikota tapi nggak tahu kemana si walkot teh, gubernur bilangnya angka kejahatan Jabar rendah nggak tau datanya yang mana, polisinya? Nggak tahu ah” komentar seorang netizen.
Baca Juga: Populasi Janda Kota Bandung Meningkat, Desy Ratnasari: Bersatulah!
Netizen lainnya juga ikut menceritakan kasus kejahatan lain yang terjadi di kota Bandung, mulai dari kasus pembegalan hingga pencurian yang makin marak terjadi.
Lantas, besar harapan netizen dan masyarakat Bandung khususnya agar pemerintah kota, pemerintah provinsi, serta kepolisian dapat segera melakukan tindakan tegas untuk membasmi kejahatan yang semakin menjamur di Kota kembang ini.
(*)
Sumber: Twitter @txtdaribandung (3/3/2023)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim