SuaraBandung.id - Kawasan kebun bunga edelweis di Ranca Upas, Ciwidey, Bandung, berubah menjadi luluh lantak gegara acara yang dilakukan kelompok motor trail beberapa hari yang lalu.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh acara kelompok motor trail tersebut cukup parah. Nyaris semua bunga edelweis yang ada di kawasan Ranca Upas rusak dan tidak bisa dijual lagi.
Gara-gara hal ini pula, kawasan wisata Ranca Upas kini ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan imbas dari ulah kelompok motor trail.
Hal ini disampaikan melalui laman Instagram resmi @ranca_upas pada (10/3/2023), yang mengumumkan dengan berat hati bahwa Wana Wisata Ranca Upas ditutup sementara untuk perbaikan sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.
Kabar ini jelas mengundang kemarahan netizen. Banyak netizen menilai bahwa kelompok motor trail seharusnya bertanggung jawab karena telah menimbulkan kerugian.
Tak sedikit pula netizen yang menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran agar jangan pernah lagi mengadakan acara yang dapat merusak lingkungan.
“tutuplah evaluasi jadikan kawasan hijau yg tenang dan nyaman jauh dari kebisingan,aerobik,dangdutan,event yg ada musiknya,trail motocross larang jangan beri izin” komentar seorang netizen.
“Kalau bisa pertahanin "suasana" alamnya sih daripada ke camping modern. Karena vibes ranca upas itu loh ... tenanggg bangettt “ komentar seorang netizen.
“Udah beberapa kali dijadiin event trail, masih aja diizinkan terus buat acara trail, akhirnya yg terakhir viral, semoga kedepannya gak usah dikasih lagi izin izin acara yg merusak kawasan kaya gitu” komentar seorang netizen.
Baca Juga: Buntut Lahan Edelweis Ranca Upas Bandung, Ridwan Kamil Ultimatum Panitia Offroad Motor Trail
(*)
Sumber: Instagram @ranca_upas (10/3/2023)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
Terkini
-
Clara Shinta Sindir Tasya Farasya Bongkar Setingan Konten Spill Skincare: Itu Kode Etik
-
Penyelamatan Krusialnya Jadi Kunci, Lille Pamerkan Aksi Heroik Calvin Verdonk
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan ASIsrael ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
5 Mobil Murah dengan Fitur Keyless: Ringan di Kantong dan Anti-Dicolong
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel
-
Heboh Pencurian Model Baru, Kenali Fungsi ID Tag Motor Keyless
-
Lebih dari Sekadar Isu Lingkungan, Sandy Canester Ajak Pendengar Berefleksi Lewat Single Pohon
-
Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
-
Viral Guru Muslim Mengajar di Sekolah Katolik, Sikap Siswanya Saat Ramadan Jadi Sorotan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?