/
Senin, 20 Maret 2023 | 11:50 WIB
Ekspresi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Syabda Perkasa Belawa saat bertanding dalam babak penyisihan grup A Piala Thomas 2022 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Rabu (11/5/2022). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

SuaraBandung.id – Kabar meninggalnya Syabda Perkasa Belawa menjadi duka bagi dunia bulu tangkis Indonesia.

Dikutip dari suara.com, PBSI mengonfirmasi bahwa Syabda meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Pemalang (Jawa Tengah), Senin (20/3/2023) dini hari.

Kabar duka atlet tunggal putra andalan Indonesia itu juga disampaikan ketua umum Pengkab PBSI Kudus, Yuni Kartika melalui akun Twitter pribadinya.

“Telah meninggal dunia, Syabda Perkasa Belawa. Syabda meninggal dunia dalam perjalanan ke Sragen untuk berziarah karena neneknya meninggal dunia,” tulis Yuni Kartika dalam keterangan unggahannya.

Profil Syabda Perkasa Belawa

Syabda merupakan pebulu tangkis muda potensial yang dimiliki Indonesia.

Atlet kelahiran 25 Agustus 2001 ini merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum 2013.

Saat masih junior, Syabda telah menunjukkan bakat dan prestasi yang cukup membanggakan.

Hal ini terlihat ketika ia berhasil menjadi juara pada ajang Jakarta Junior International Series 2019 dan menjadi bagian dari tim Indonesia yang memenangkan Piala Suhandinata pada tahun 2019.

Baca Juga: Anak Pertama Venna Melinda, Verrell Bramasta Sebut Ivan Fadilla Jadi Lebih Sensitif: Mungkin Papa Belakangan Ini Semakin Tua

Dengan potensi yang dimilikinya, Syabda dipercaya untuk membela tim Indonesia pada Piala Thomas 2022.

Bakatnya mencuri perhatian saat ia menjadi penentu kemenangan Indonesia di laga terakhir penyisihan Grup A, melawan Korea kala itu.

Perjalanannya terus berlanjut hingga pada pencapaian terbaiknya, Syabda berhasil meraih juara di ajang Iran Fajr International Challenge 2023.

Syabda menuntaskan perlawanan wakil Malaysia, Justin Hoh, di partai puncak dengan skor 18-21, 21-12, 22-20.

Itu menjadi pencapaian terakhirnya setelah kini, Syabda harus menghembuskan nafas terakhirnya dan menjadi duka bagi dunia bulu tangkis Indonesia. (*)

Load More