SuaraBandung.id - Kasus KDRT yang dilaporkan Venna Melinda terhadap Ferry Irawan telah mulai diproses dan naik ke tahap 2.
Usai dinyatakan berkas laporan KDRT sudah P21, kini tersebar rumor bahwa Ferry Irawan bayar orang untuk membalas pernuatan Venna Melinda.
Kabar itu dibagikan oleh kanal Youtube Influencer Artis (@influencerartis), Senin (20/3/2023) dengan judul,"DIAM MEMENDAM AMARAH!! FERRY IRAWAN BAYAR ORANG UNTUK BALAS PERBUATAN VENNA MELINDA...."
Video berdurasi 2 menit, 51 detik itu nampak menggunakan foto Ferry Irawan saat ditahan di Polda Jatim, lengkap menggunakan baju tahanan berwarna biru dan sebuah peci berwarna putih.
Di samping kanan dan kirinya berdiri dua orang lelaki yang nampak seperti polisi saat menangkap suami Venna Melinda tersebut.
Pada sampul video, konten kreator membubuhkan tulisan berbunyi:
"Diam memendam amarah, Ferry Irawan bayar orang untuk membalas perlakuan Venna Melinda."
Lantas, benarkah rumor itu?
Baca Juga: Layanan Pajak Berbasis Teknologi di Kukar, Kanwil DJP Kaltimtara Ngaku Terkesan
Tim bandung.suara.com melakukan analisa terkait berita bertajuk, "DIAM MEMENDAM AMARAH!! FERRY IRAWAN BAYAR ORANG UNTUK BALAS PERBUATAN VENNA MELINDA...," tersebut.
Suara narator yang membacakan perkembangan kasus dugaan KDRT yang dialami oleh Venna terhadap Ferry, tidak membahas tentang tajuk yang ditulis oleh pembuat video.
Narator hanya menginformasikan kondisi saat Ferry dibawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri. Pun perkembangan kasus laporan KDRT yang kini berkasnya telah dinyatakan P21.
Sehingga, pada tahap ke-2 ini, Ferry harus melalui tahap pemeriksaan, karena pelimpahan bukti-bukti kekerasan dan pelimpahan tersangka ke Kejari Kota Kediri.
Serta sikap pihak Ferry yang menyatakan diri akan memfokuskan diri pada persidangan nantinya.
Informasi itu, didapatkan pembuat video dari sebuah kanal berita online.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
10 Lagu Piala Dunia Terbaik Sepanjang Massa, Nomor Dua Masih Favorit Dunia
-
Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Membentuk Hidupmu
-
Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Melawan AI, Naoki Urasawa Rilis Manga Baru Bertema Eksistensi Manusia!
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit