SuaraBandung.id – Bagi sebagian orang tidur malam lebih awal merupakan hal yang dinantikan. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan memberi waktu istirahat bagi tubuh setalah beraktivitas sehari penuh. Memang benar apa yang dikatakan Ustad Abdul Somad, siapa yang tidak ingin tidurnya nyenyak?
Namun ada pula orang yang terkadang sulit tidur karena memikirkan masalah dunia tapi di kemudian hari orang tersebut mendapat pertolongan Allah, sehingga hati dan jiwanya kembali tenang.
Dalam unggahan video YouTube OMONI PRODUCTION (28/7/2022), berjudul “Ceramah Pengantar Tidur | Ustad Abdul Somad | KUNCI KETENANGAN HATI DAN JIWA,” Ustadz Abdul Somad menceritakan, ada orang yang insomnia (sulit tidur) karena terlilit kasus jual beli tanah, kemudian bertanya-tanya dengan nada penyesalan, “mengapa saya menjual tanah itu?,”.
Hari demi hari, pikirannya semakin berantakan. Kemudian untuk menenangkan dirinya, ia pergi ke psikiater dan diberi obat.
Namun, lama-kelamaan justru obat itu memberikan efek samping pada tubuh orang tersebut. Masalah semakin rumit. Hidupnya setiap waktu dipenuhi pikiran yang tidak karuan. Bahkan badan pun menjadi sering sakit. Lalu bagaimana orang itu dikemudian hari dapat mendapatkan ketenangan baik hati maupun jiwanya?
Ternyata kuncinya adalah orang itu sering ke majelis ilmu dan melaksanakan amalannya secara istiqomah.
Menurut Ustadz Abdul Somad, kita harus yakin bahwa Allah lah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang yang beriman. Oleh sebabnya, iman ini mesti disiram oleh ilmu.
“Majelis ilmu adalah majelis dzikir (tempat mengingat Allah). Majelis ilmu adalah majelis (tempat) turunnya rahmat dan barokah,” kata Ustadz Abdul Somad.
“Sekelompok orang yang berkumpul di rumah Allah, lalu membaca ayat-ayat Allah sambil mengkaji isinya, maka akan turun ketenangan, rahmat dan kasih sayang Allah, dikelilingi oleh para malaikat, dibanggakan oleh Allah SWT dan para malaikatnya,” tambahnya.
Baca Juga: KAHMI Beri Sinyal Dukung Anies Baswedan: Beliau Sudah Punya 'Tiket'
Maka dari itu, jangan sia-siakan hidup hanya sekadar untuk tumbuh namun tidak berbuah dan dari majelis ilmu itu lah kita dapat mengetahui bagaimana caranya merawat hidup agar berbuah.
Ketika sudah mendapatkan ijazah (kewenangan untuk mengamalkan sesuatu, biasanya dari guru ke murid), talaqqi (perjumpaan secara langsung antara murid dengan guru), halaqoh (bimbingan) melalui majelis ilmu jangan lupa untuk diamalkan secara istiqomah. (*)
Sumber: YouTube OMONI PRODUCTION
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Timnas Putri Indonesia Takluk dari Singapura, Satoru Mochizuki Minta Maaf
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Rahasia Maliq & D'Essentials Eksis 24 Tahun: Rekam Tumbuh Kembang Personel Lewat Lagu
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko