/
Kamis, 13 April 2023 | 07:20 WIB
Wawancara dengan gadis Dayak. Mitos atau fakta, menyakiti gadis Dayak alat vital lelaki bisa hilang. (Youtube OenroB RC)

SUARA BANDUNG - Mitos atau fakta? Mahar yang mahal hingga alat vital cowok bisa hilang kalau menyakiti gadis dayak.

Dalam konten Youtube OenroB RC berjudul Ini SYARATNYA Jika Memperistri Gadis DAYAK - Wawancara Eksklusif dengan Gadis DAYAK yang diunggah pada 2022, ada cerita menarik tentang mitos gadis Dayak.

Nah dari sana, ada mitos dan juga fakta yang diungkap tentang gadis Dayak. Berikut ulasannya.

Dalam konten video tersebut, ada pembawa acara yang menanyakan kebenaran soal mahalnya mahar kalau ingin menikahi gadis Dayak.

"Katanya seperti di Minang. Kalau mau menikahi gadis Dayak gitu, maharnya mahal banget," kata si pembawa cara bertanya pada gadis Dayak. 

Lalu oleh gadis Dayak dijawab, jika itu dinilai relatif. Saat ini Suku Dayak sudah modern.

"Suku Dayak itu udah modern ya. Udah banyak juga suku Dayak itu yang menikah sama suku-suku lain juga," katang sang gadis Dayak.

Terkait mahar yang disebut sangat mahal, dijelaskan tidak benar. Namun gadis Dayak itu menegaskan jika ada adat istiadat yang harus diikuti jika memang ingin menikahi gadis Dayak.

"Untuk mahar itu sebenarnya dibilang mahal banget, engga juga. Cuma di adat kita punya budaya yang emang harus diikutin," kata gadis Dayak.

Baca Juga: Suruh Anak Kecil Hisap Lidah, Dalai Lama Meminta Maaf

Dia menegaskan jika nilai mahar tidak semahal yang dibayangkan. Jelasnya mahar untuk menikahi gadis Dayak masih masuk dalam batas normal atau wajar.

"Tapi tidak semahal yang kalian pikirkan. Sebenarnya tetap di batas wajar," ucapnya meyakinkan. 

Lalu si pembawa acara kembali menanyakan tentang adanya mitos, jika menyakiti gadis Dayak maka organ vital si lelaku bisa hilang.

"Katanya nih. Mitos nya kalau kita nyakitin hati gadis Dayak alat vital cowoknya bisa hilang katanya, bener gak sih?" kata si pembawa acara bertanya. 

Kemudian gadis Dayak itu membenarkan pertanyaan tadi. Akan tetapi hal itu pernah terjadi di masa lalu.

"Sebenarnya ya iya emang betul. Adanya dulu. Tapi baik lagi, gini tidak semua suku Dayak itu semuanya makai cara begitu," katanya. 

Hal itu bisa terjadi lebih pada orangtua si gadis Dayaknya yang sakit hati jika anaknya ada yang menyakiti.

Diakuinya, dia termasuk yang tidak memakai cara itu apabila benar terjadi, disakiti pria.

"Aku orang gak gitu. Tidak menggunakan cara itu. Balik ke orangnya masing-masing. Cuma siapa sih, lebih ke orangtuanya yang sakit hati. Kan kecewa orangtuanya kalau anaknya disakiti," katanya. (*)

Load More