Lifestyle / Female
Minggu, 31 Mei 2026 | 19:11 WIB
Bazar Rendezvous Modest Market di AEON Mall Jakarta Garden City 26-31 Mei 2026. [Ist]
Baca 10 detik
  • Dolar menguat membuay biaya administrasi marketplace fashion mengalami kenaikan.
  • Dampak situasi ini, harga bahan baku menekan margin keuntungan pelaku UMKM fashion hingga tersisa 10 persen.
  • Brand fashion terpaksa menaikkan harga jual di marketplace untuk menutupi membengkaknya Harga Pokok Produksi dan berbagai biaya tambahan.

Suara.com - Kenaikan biaya administrasi marketplace membuat pelaku UMKM fashion semakin tertekan. Margin keuntungan yang sebelumnya bisa mencapai 30 persen kini menyusut hingga sekitar 10 persen.

Fakta ini diungkapkan Founder brand fashion Gamaleea sekaligus Head Creative Rendezvous Modest Market, Eras Pragitha, yang kerap mewadahi puluhan brand fashion online untuk mengikuti bazar offline Rendezvous.

"Kalau dulu profit mereka bisa mencapai 30 persen, sekarang mungkin hanya sekitar 10 persen. Pertanyaannya, apakah margin 10 persen itu cukup untuk menutup biaya operasional yang terus meningkat?" ujar Eras dalam keterangan yang diterima Suara.com, Minggu (31/5/2026).

Eras mengatakan berbagai brand fashion memang masih memperoleh keuntungan. Namun, keuntungan tersebut terus tergerus karena harga bahan baku produksi mengalami kenaikan seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Akibatnya, tidak jarang brand akhirnya memilih menaikkan harga barang yang dijual di marketplace seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, dan platform lainnya.

"Cukup berat. Brand harus menghitung ulang HPP (Harga Pokok Produksi) karena ada banyak biaya tambahan yang sebelumnya tidak ada, seperti biaya pengembalian barang dan kenaikan biaya administrasi marketplace. Kalau tidak diperhitungkan dengan baik, akan terjadi kebocoran biaya yang cukup besar," papar Eras.

Bazar Rendezvous Modest Market di AEON Mall Jakarta Garden City yang digelar pada 26 hingga 31 Mei 2026. [ist]

Kondisi ini pula yang membuat brand fashion online kerap memilih mengikuti bazar offline agar pembeli dapat memperoleh harga yang lebih terjangkau. Salah satunya melalui Bazar Rendezvous Modest Market di AEON Mall Jakarta Garden City yang digelar pada 26 hingga 31 Mei 2026.

Melalui bazar seperti ini, brand fashion dapat menjual produknya dengan harga lebih murah dibandingkan di marketplace karena tidak dibebani berbagai biaya tambahan seperti yang terdapat pada platform belanja online.

"Jadi mereka lebih banyak memberikan special item dan special offers untuk teman-teman yang datang ke bazar," terang Eras.

Baca Juga: 3 Zodiak yang Bakal Lewat Masa Sulitnya Usai 31 Mei 2026, Tak Lagi Stres dan Tanpa Beban

"Di bazar offline, perhitungannya lebih jelas karena biaya operasional sudah diketahui sejak awal. Berbeda dengan marketplace yang sering memunculkan biaya-biaya tambahan," sambungnya.

Di sisi lain, bazar offline juga memberikan kesempatan bagi brand untuk membangun hubungan yang lebih personal dengan pelanggan.

Konsumen dapat melihat langsung kualitas produk, mencoba barang yang diinginkan, hingga berinteraksi dengan pemilik brand.

Faktor tersebut menjadi nilai tambah yang sulit diperoleh melalui transaksi digital. Terlebih di tengah tren konsumen yang semakin selektif dalam membelanjakan uangnya, pengalaman berbelanja kini menjadi pertimbangan penting.

Eras menilai kegiatan offline tidak hanya membantu meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan ekonomi lokal.

Menurutnya, ketika masyarakat tetap berbelanja secara bijak, roda ekonomi akan terus bergerak dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil maupun menengah.

"Sekarang kita lagi gencar untuk menghidupkan lokal. Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, kita tetap harus belanja. Brand-brand juga ingin lebih dekat dan lebih mudah dijangkau oleh pelanggan mereka. Makanya mereka ikut kegiatan offline seperti bazar," pungkas Eras.

Load More