Lantas, sebuah rumah dengan talang air yang berbentuk aneh dan jalan setapak di dekat bukit untuk menuju ke rumah itu.
Grup pencari semakin yakin inkarnasi Dalai Lama ke-13 tinggal di sekitar tempat itu, usai melihat atap rumah orang tua sesuai petunjuk penglihatan Bupati.
Alih-alih membeberkan tujuannya, grup pencari justru berpura-pura menjadi pelayan dan menginap berhari-hari di sana.
Penemuan inkarnasi Dalai Lama akhirnya berakhir, usai para grup pencari mendapati bahwa anak bungsu di rumah tersebut yang justru mengenali identitas asli mereka.
Demi memastikan orang yang dicari adalah si anak bungsu pemilik rumah, para grup pencari pergi beberapa hari dan kembali sebagai utusan resmi.
Mereka membawa beberapa barang peninggalan Dalai Lama ke-13, kemudian ditunjukkan pada balita tersebut.
Lhamo Thondup ternyata bisa menebak barang mana milik Dalai Lama yang asli dan mengatakan bahwa itu adalah barang miliknya.
Demikianlah pertama kali si balita diakui sebagai inkarnasi Dalai Lama ke-13, serta sempat dibawa ke Biara Kumbum sampai akhirnya resmi diangkat sebagai Dalai Lama ke-14 pada tahun 1940.
Hingga saat ini dikenal dengan nama Tenzin Gyatso dengan panggilan "Yang Mulia," sebagai pemimpin spiritual Budhhisme Tibet. (*)
Baca Juga: Kejam, Ayah Tiri di Palembang Rampok Anak Gadis Sampai Babak Belur Dianiaya
Sumber: Berbagai Sumber
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue
-
Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi
-
Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia
-
Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan