SUARA BANDUNG - Menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam menghasut Mario Dandy agar menghajar David Ozora, Agnes Gracia alias AG menjadi salah satu tersangka dalam kasus penganiayaan anak dari Jonathan Latumahina itu.
Dirinya telah menjalani persidangan dan mendapat vonis hukuman 3 tahun 6 bulan penjara, durasi hukuman yang singkat karena statusnya yang masih berada di bawah umur serta berbagai pertimbangan lainnya.
Lantas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) justru dinilai berupaya untuk memberikan perlindungan kepada AG sekalipun sudah dibuktikan bersalah.
Hal ini membuat kuasa hukum David, Mellisa Anggraini melayangkan kritikan pedas. Pasalnya, KPAI dinilai terlalu pilih-pilih dan tidak seimbang dalam membela keadilan di kasus ini.
Mellisa menyoroti bagaimana KPAI malah berupaya untuk memeriksa hakim sidang AG, padahal apa yang dilakukan sang hakim selama persidangan sudah sesuai prosedur.
Alih-alih memberikan edukasi kepada anak-anak agar tidak berbuat kriminal seperti AG, Mellisa menyayangkan bagaimana KPAI malah terlihat seperti hendak melindungi anak tersebut.
“Seluruh pertimbangan dalam memutuskan apakah unsur tindak pidana terpenuhi atau tidak tentu harus dibacakan sehingga menjadi dasar dalam hakim memutuskan vonis hukum.” tulisnya, seperti dilansir dari Twitter pribadinya pada (15/4/2023).
Tak hanya itu, Mellisa juga menyoroti bagaimana KPAI tampak absen dari memberikan perlindungan yang seharusnya David dapatkan sebagai korban.
“Apakah KPAI tenang jika isu pelecehan terhadap anak david yang berkembang tanpa publik tau kebenarannya sama sekali?kemarin KPAI diam saat anak korban David difitnah melecehkan..ini jg anak loh!” cuitnya.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus David Ozora, Mario Dandy Sudah Tahu AG Berbohong Namun Tetap Lakukan Ini!
(*)
Sumber: Twitter MellisA_An
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN
-
Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus
-
Hardikan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Jateng Masuki Usia ke-81, Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah Tekankan Kunci Utama Kemajuan Daerah
-
Mahasiswa Kepung Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan Keras ke Pemerintah
-
Satu Tumbler, Satu Pilihan untuk Mengurangi Sampah
-
3 Rekomendasi Skin Tint Murah di Bawah 100 Ribu untuk Pelajar, Lengkap dengan Review